Dari PLTU, Bosowa Raup Pendapatan Rp 700 Miliar
Selama ini Bosowa bekerjasama dengan PLN dalam penjualan daya listrik senilai 350 per Kwh yang dalam nilai rupiah dihitung berdasarkan kurs Dollar.
Penulis: Hajrah | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hajrah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dioperasikan Bosowa selama ini telah berkontribusi sekitar Rp 700 miliar untuk pendapatan perusahaan.
Selama ini Bosowa bekerjasama dengan PLN dalam penjualan daya listrik senilai 350 per Kwh yang dalam nilai rupiah dihitung berdasarkan kurs Dollar.
CEO Bosowa Corporindo, Erwin Aksa menargetkan dalam pembangunan tahap kedua PLTU Bosowa pendapatan bisa meningkat hingga Rp 800 miliar.
Hal tersebut mengingat pihaknya memiliki harga jual baru yakni 500 per Kwh.
"Kita tentu harap pendapatn perusahaan juga naik, apalagi pemerintah merujuk peraturan penjualan harga sesuai keputusan Menteri nomor 3 tahun 2015 yang mampu memberi kenyamanan bagi investor, "jelas Erwin Kamis (19/3/2015).
Untuk diketahui Bosowa Corporindo baru saja meresmikan proyek pembangunan listrik tahap II untuk konstruksi III dan IV berkapasitas 1x125 MW.
Pemancangan tiang perdana proyek dihadiri langsung Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Dwisuryo Indroyono Soesilo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, CEO Bosowa Erwin Aksa, Founder Bosowa, Aksa Mahmud, serta Dewi Kam, pemilik PT Sumberenergi Sakti Prima (SSP) sebagai mitra bisnis Bosowa.
Proyek energi Bosowa ini ditargetkan beroperasi 2017 mendatang untuk menyuplai kebutuhan listrik Sulawesi Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/faried1.jpg)