Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Menkumham Sahkan Golkar Ancol

Agung Perintahkan Golkar Hentikan Hak Angket Menteri

Bahkan kami khawatir ini dijadikan alat kekuasaan. Jangan-jangan nanti menimpa parpol yang bisa membahayakan demokrasi Indonesia

Editor: Mansur AM
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
SENYUM AGUNG - Ketua Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono (dua kanan) bersama pengurus DPP Golkar melakukan konferensi pers bersama usai menemui Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) di kediamannya, Teuku Umar, Jakarta, Senin (16/3/2015). Setelah Kemenkum HAM menyatakan bahwa pengurus Partai Golkar yang diakui pemerintah adalah pengurus Partai Gokar versi Munas Ancol, Agung Laksono menyatakan keluar dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Golkar hasil Musyawarah Nasional (Munas) Ancol, Agung Laksono menolak wacana hak angket kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly. Menurutnya, hak angket itu merupakan usulan pribadi bukan mewakili partai Golkar.
"Kami tentu akan menyampaikan itu usulan pribadi bukan Fraksi Partai Golkar," kata Agung di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2015).Agung meminta para kader Golkar di DPR untuk memberhentikan wacana pengguliran hak angket kepada Menkumham.

Menurut Agung, dasar untuk pengguliran hak angket yang ditujukan ke Menkumham bukan mewakili kepentingan nasional. "Yang dibicarakan (dalam angket) bukan masalah nasional, tapi masalah kelompok," tandasnya.

Seperti diberitakan, Koalisi Merah Putih (KMP) mengingatkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly agar tidak melakukan intervensi terhadap Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika tetap melakukan intervensi, KMP akan menggulirkan hak angket kepada Menkumham Yasonna Laoly.
"Jika Menkumham tidak menggubris warning kami bahwa negara ini bukan negara kekuasaan. Tapi negara hukum dan kami akan terus melakukan konsolidasi terutama KMP," kata Ketua Fraksi Golkar ‎Ade Komaruddin di ruang Fraksi Golkar, Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/3/2015)
Ade mengatakan pihaknya juga menggalang dukungan dari anggota fraksi Koalisi Indonesia‎ Hebat (KIH) yang peduli terhadap demokrasi.
Sebab, konsolidasi demokrasi terganggu karena ulah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
"Bahkan kami khawatir ini dijadikan alat kekuasaan. Jangan-jangan nanti menimpa parpol yang bisa membahayakan demokrasi Indonesia," katanya.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved