STIK Yapma Gelar Pelatihan Penanganan Gizi Buruk Anak
Guna merealisasikan hal tersebut, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Makassar (Yapma) ini menggelar pelatihan di Wisma Kalla
Penulis: Mahyuddin | Editor: Ina Maharani
Makassar,Tribun - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Makassar siap membantu pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan maupun kabupaten dan kota untuk mengatasi serta mencegah terjadinya kasus kurang gizi atau gizi buruk.
Guna merealisasikan hal tersebut, kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Makassar (Yapma) ini menggelar pelatihan di Wisma Kalla untuk dosen dan mahasiswa selama dua hari, Sabtu - Minggu.
Ketua STIK Yapma Makassar, Esse Puji Pawenrusi menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, pihaknya memiliki peran yang cukup besar untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, termasuk kasus kurang gizi atau gizi buruk.
Untuk itu, kata Esse, sebelum turun ke masyarakat, pihaknya terlebih dahulu memberi pembekalan kepada mahasiswa dan dosen.
"Pelatihan penangangan balita gizi kurang dan kurang gizi bertujuan membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan di masyarakat. Hal tersebut dilakukan mahasiswa dalam kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Soppeng,"jelasnya, Minggu (15/3).
Esse memaaprkan, peran mahasiswa STIK Makassar dalam mengatasi masalah kesehatan, termasuk kurang gizi sangat penting. Hal tersebut bertujuan menyambung tali kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya di Sulsel.
"Mahasiswa adalah masyarakat intelektual, mereka tak hanya belajar di bangku perkuliahan, mendengarkan dosen ataupun mengerjakan tugas yang diberikan. Mereka harus berperan aktif dalam membangun kesejahteraan kesehatan di Sulsel," jelasnya.
Menurut Esse, salah satu penyebab kasus gizi buruk adalah ekonomi. Masyarakat tak memiliki uang cukup untuk membeli makanan layak dikonsumsi. Diperparah lagi dengan lingkungan yang tak sehat, seperti kurangnya ketersediaan air bersih.
Ketua Yapma, Andi Endre Mallanti Cecep Lantara menambahkan, gizi kurang dan gizi buruk masih menjadi masalah di Sulsel. Penyebab utamanya yakni kurangnya pemahaman masyarakat akan hal tersebut. Makanya, dibutuhkan peran semua pihak dalam rangka mencari penanganan dan pencegahan gizi buruk.
"Saya berharap agar dunia pendidikan dalam hal ini, STIK Makassar menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengatasi permasalahan kesehatan di Sulsel," paparnya.