Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

VIDEO: Kuandy Jita Warisi Anak Cucu Buku

Kuandy Jita dikarunia lima orang anak tiga wanita dua lelaki, dan dua belas cucu

Penulis: Muh. David Aritanto | Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribun Timur Moeh David Aritanto

Makassar, Tribun Timur-Com - Ada fenomena menarik dibalik buku biografis seorang pengusaha Tionghoa Makassar yang bernama Kuandy Jita (73). Hal ini dibahas dalam pengenalan bukunya yang berjudul  Gali Lubang Tutup Lubang yang berlansung di Hotel Horizon Panakkukang, Jl Boulevard Makassar, Sabtu (14/3)

Kuandy Jita dikarunia lima orang anak tiga wanita dua lelaki, dan dua belas cucu dari hasil perkawinannya dengan Yenny Suciady puluhan tahun silam.

Dengan didampingi penyusun bukunya, Andhy Pallawa dan kerabatnya bertindak moderator, Ronny Japasal, Kuandy Jita bercerita tentang sekilas perjalanan hidupnya yang ditorehkan dalam bukunya yang berjudul Gali Lubang Tutup Lubang.

Fenomena yang menarik dimaksudkan, karena buku biografis sang pencetus pabrik Kopi Setia yang kini beralih profesi kebisnis sarang burung walet, Kuandy Jita, seolah membuat buku warisan catatan pahit getirnya perjalanan hidupnya hingga sukses menjadi pengusaha ternama di Makassar, Sulawesi Selatan.

Keberadaan buku tersebut kata Kuandy Jita bukan untuk mencari populaitas. Tetapi semata diperuntukkan kepada anak cucunya bila ajal telah menjemputnya. Jarang ada warga Tionghoa yang seperti ini.

Karena pada umumnya warga Tioghoa menganggap tabu atau sial jika menyebut-jebut kata kematian. Kuandy mengatakan dikala dirinya merenungi kehidupan ini. Tiba-tiba dirinya tertarik untuk menulis pada dua lembar kertas untuk mencatat dan menyusun satu persatu pengalaman pahit manis hidupnya.

Mantan Ketua PHRI Sulsel, Razak Djalle setelah membaca tulisan catatan Kuandy Jita, kemudian meminta Kuandy Jita membuat buku biografisnya. Karena pertimbangan selain bermanfaat buat anak cucu Kuandy. Juga bermanfaat kepada orang lain.

Razak Djalle pun memperkenalkan Kuandy Jita kepada penyusun buku, Andhy Pallawa. Maka terbitlah buku biografis Kuandy Jita dalam judul " Gali Lubang Tutup Lubang sebanyak 1700 buku.

Sejumlah pengusaha terkemuka di Makassar Sulawesi Selatan, rekan Kuwandy, seperti Akmal Malik Oei, Chandra Sumawi, Eric Salim, Hasan Basri, Hendra Witanto Wisal, Samuel Suwandi, Stefen Wijaya, Wilianto Tanta dan Yonggris Lao terpanggil untuk bertindak sebagai sponsor pada pendanaan buku tersebut. Dan Kuandy Jita pun memberi lima puluh buku pada setiap kerabatnya yang menjadi sponsor. Tetapi dana itu bukan untuk dipakai produksi buku biografis Kuandy Jita. Melainkan Kuandy Jita memakainya untuk menyumbang sembilan tempat ibadah masing-masing lima juta rupiah tiap tempat ibadah.

Kesembilan tempat ibadah yang mendapat sumbangan dana dari Kuandy Jita, Masjid Al Markas, Masjid Haji Muhammad Cheng Ho Kabupaten Gowa, Masjid PWI, Klenteng Xian Ma Makassar, Klenteng Ibu Agung Bahari Makassar, Klenteng Kwan Kong Makassar, Gereja YHS-Horison Panakkukang, Gereja GPIB Jemaat Bukit Zaitun dan Gereja Katolik Simon Petrus Gembala.

Penyerahan dana tersebut digelar di Hotel Horison Panakkukang dimana hotel tersebut pemiliknya adalah putri Kuandy Jita, Emmy Jita.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved