Gara-gara Tanah, Warga Keera Bone Tewas Diparangi
Motifnya diduga dendam lama dan masalah tanah.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, WATAMPONE -- Junaede (50) tewas bersimbah darah setelah dianiaya menggunakan senjata tajam jenis parang oleh Nawir (50) warga Desa Ciromani, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.
"Kejadian Selasa (17 Februari 2015) sekitar pukul 17.15 wita di Kelurahan Ballere, Kecamatan Keera," ungkap Kapolres Wajo, Ajun Komisaris Besar Masrur, Selasa (24/2/2015) sore.
Masrur menambahkan, kejadian itu terjadi saat korban Junaede yang juga merupakan warga Kelurahan Ballere, Keera, pulang dari kebunnya melihat ternak sapi.
Namun, kata Masrur, dalam perjalanan pulang, korban dihadang oleh pelaku dan memaranginya.
"Pelaku memarangi korban beberapa kali dan meninggal di tempat. Korban meninggal dengan luka diwajah dan luka robek pada bagian lengan kiri," kata Masrur.
Masrur menambahkan, korban diparangi saat berada di atas motor. Motifnya diduga dendam lama dan masalah tanah.
Informasi diperoleh, pelaku pembunuhan sadis itu melibatkan beberapa orang, hanya saja sumber Tribun enggan menceritakan siapa saja yang terlibat dalam kasus itu.
"Suruh saja polisi selidiki kasusnya. Sebelum dibunuh korban sempat melapor ke Polsek Keera tentang kasusnya," ungkap sumber Tribun. (*)