Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengeritik Bupati Gowa Dipenjara

Puisi Pembelaan Fadli Melawan Bupati Gowa

Puisi itu ditulis oleh Fadli, sehari sebelum sidang yang mengagendakan diagendakan pembacaan pembelaan oleh terdakwa atas tuntutan Jaksa

Tayang:
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN -- Hari Sabtu (14/2/2015) atau sehari setelah Sidang kasus pencemaran nama baik Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo dengan terdakwa PNS Gowa, Fadli Rahim digelar di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Jl Usman Salengke, Gowa, Jumat (13/2/2015), puisi Pembelaan Sang Terdakwa, beredar di sejumlah jejaring media sosial di Makassar.

Puisi itu ditulis oleh Fadli, sehari sebelum sidang yang mengagendakan diagendakan pembacaan pembelaan oleh terdakwa atas tuntutan yang diberikan Jaksa penuntut umum.

Puisi itu sendiri disebarkan oleh Fahmi Rahim, adik kandung Fadli Rahim, di jejaring fasilitas group chatting Black Berry Messangger (BBM)
Fadli dituduh mencemarkan nama baik Ichsan YL selaku Bupati Gowa, dituntut 18 bulan penjara oleh JPU karena terbukti bersalah sesuai dengan pasal yang didakwakan.

Kini Fadli sudah menjalani hukuman penjara hampir setengah dari tuntutan jaksa di Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Gunungsari Makassar, sebagai tahanan titipan Kejari Sungguminasa, Gowa. Sidang akan dilanjutkan pekan depan.

Berikut petikan puisi tak berjudul itu;

Dengar Wahai Penguasa
Walau rasanya kakinya berat untuk melihat kita di persidangan
Namun kakinya ringan untuk memenjarakan warganya
Apakah engkau mengira tak ada yang berbisik serak tentangmu?

Suara serak itu terdengar di mana-mana
Namun kau tidak mampu mendengarnya
Karena mereka berbisik
Namun kau tidak mampu mendengar

Karena telingamu ditutupi dengan kepongahanmu
Dengar wahai penguasa
Bukan dinding penjaramu yang membuatku sesak
Tapi keakuan mutasimu membuat ibuku terlunta menantang jarak pengabdiannya

Tubuhnya sudah renta tak mampu menangkis alam
Mengapa harus pintu surgaku juga yang engkau murkai?

Padahal yang berbisik serak adalah aku?
Engkau lupa Ibu adalah pengganti Tuhan di dunia
Mampukah engkau menahan siksa

Ketika detak jantung kesusahan ibu menembus dinding-dinding penjara
Desiran darahnya mengalir melewati pintu-pintu sipir penjaga

Dengar wahai sang penguasa
Tirani pasti akan berakhir
Kalau bukan ajal maka tangan Tuhan yang akan mencabutnya

Hari ini kami telah mengukir demokrasi di atas benteng keakuanmu
Hari ini kami memahat nama kami di dinding keegoanmu
Hari ini kami mencatat masih ada Berani di tanah Gowa".

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved