Tragedi AirAsia

Terungkap, Kapten Tinggalkan Kursi Sebelum AirAsia QZ8501 Hilang Kendali

Jelang pesawat jatuh, kapten Iriyanto dikabarkan berusaha menyetel atau mereset alat itu dengan cara memutus pasokan listrik secara bersamaan.

Terungkap, Kapten Tinggalkan Kursi Sebelum AirAsia QZ8501 Hilang Kendali
tribunnews.com
Pilot AirAsia QZ8501, Kapten Irianto 

TRIBUN-TIMUR.COM-Kapten Pesawa AiraAsia QZ8501, Iriyanto, dikabarkan meninggalkan kursinya sesaat sebelum ko-pilot hilang kendali dan kemudian jatuh ke laut, Minggu (28/12/2014).

Seperti diberitakan, Reuters, Sabtu (31/1/2015), Iriyanto disebut hengkang dari kursi untuk melakukan prosedur tidak wajar dan ketika hendak kembali ke kursi, sang kapten sudah terlambat untuk menyelamatkan naas ini.

Sumber Reuters dari orang yang melakukan investigasi, mengungkap pula, seminggu sebelum jatuh, sang pilot menerbangkan pesawat ini walau alat Flight Augmentation Computer (FAC) QZ8501 tidak berfungsi, rusak.

Jelang pesawat jatuh, kapten Iriyanto dikabarkan berusaha menyetel atau mereset alat itu dengan cara memutus pasokan listrik secara bersamaan.

Itulah yang kemudian membuat  seluruh sistem komputer pada sistem utama pesawat terhenti.

Langkah memutus aliran listrik ke FAC tersebut membuat para penyelidik terkejut. Sebab, pilot mestinya tidak mereset alat itu, normalnya adalah cukup menekan tombol di panel atau mereset komputer kemudian dinyalakan kembali satu per satu.

Terkait pemutuasan listrik diberitakan beberapa hari lalu [baca: "Aneh, Sistem Komputer QZ8501 Dimatikan Bersamaan"

Editor: Ilham Mangenre
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved