Aduh, Arah Kiblat Masjid Ini Salah
karena masyarakat hanya menggunakan ilmu titen atau perkiraan berdasarkan pengalaman.
TRIBUN-TIMUR.COM-Sejumlah masjid dan mushala di Kabupaten Semarang baik yang berada di permukiman penduduk maupun di fasilitas umum seperti hotel, restoran dan SPBU akan dicek ulang arah kiblatnya.
Pasalnya, selama ini penentuan arah kiblat belum tepat karena masyarakat hanya menggunakan ilmu titen atau perkiraan berdasarkan pengalaman.
Untuk mendapatkan arah kiblat yang presisi dengan letak Kabah di Mekah, bisa menggunakan alat teodolite dan misfalah kiblat.
"Kita sifatnya hanya membenarkan arah kiblat. Seperti di Masjid Istiqomah dan Masjid Agung IPHI Ungaran sudah benar.
Rencananya semua masjid termasuk di fasilitas umum akan kita cek, kita lihat anggarannya nanti," ungkap Ketua Badan Hisab dan Rukyat Daerah (BHRD) Kabupaten Semarang, M Solichin, Jumat (30/1/2015).
Menurut Solichin, BHRD tidak bisa menargetkan berapa jumlah masjid yang akan dicek ulang arah kiblatnya dalam tahun ini.
Menyusul belum ada kejelasan berapa anggaran operasional yang akan diberikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Meskipun demikian, pihaknya sudah mulai mengecek arah kiblat di sejumlah masjid atas permintaan masyarakat.
"Kita baru dilantik Bupati akhir Desember 2014. Memang anggaran kita kemungkinan baru turun Maret.
Tapi kita sudah mengecek ulang arah kiblat di beberapa masjid atas permintaan masyarakat. Termasuk masjid di kantor DPU dan Mapolres Semarang," kata Solichin.
Tim BHRD Kabupaten Semarang yang baru dilantik Bupati Semarang Desember 2014 lalu terdiri dari pegawai Kementerian Agama, Pengadilan Agama, pemkab, MUI, NU dan Muhammadiyah.
Solichin menambahkan, pihaknya sangat terbuka bagi masyarakat yang ingin berkonsultasi menentukan atau memastikan kebenaran arah kiblat masjid masing-masing.
"Bisa datang ke kantor BHRD di Kompleks Kemenag di Ungaran atau bisa di masing-masing kantor KUA," imbuhnya. (*)