Inilah Kritik PNS Gowa yang Disebut Tuduhan oleh Bupati

Fadli menuliskan pesan yang dia anggap kritik namun oleh bupati disebut tuduhan dan pencemaran nama baik.

Inilah Kritik PNS Gowa yang Disebut Tuduhan oleh Bupati
dok tribun-Timur/fb
tulisan_tangan_fadli_rahim_PNS_Gowa_yang_kini_terancam_hukuman_penjara_6_tahun 

SUNGGUMINASA, TRIBUN - Karena dianggap mengeritik sistem Pemerintahan Kabupaten Gowa di bawah kepemimpinan Bupati Ichsan Yasin Limpo (53), seorang pegawai negeri sipil (PNS) Gowa, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Gowa, Fadli Rahim (33), kini dipenjara di Rumah Tahanan Gunungsari Makassar, dan menunggu sidang pengadilan di Gowa.

Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, melalui Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gowa Arifuddin Saeni, mengatakan, Fadli tidak mengeritik, namun justru menuduh bupati menerima fee atau komisi proyek.  

Karena dianggap tak bisa membuktikan tuduhannya, Fadli diadili, setelah diproses di Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) Gowa dan diperiksa oleh polisi dan jaksa sejak Mei 2014 lalu. Dia dituding melanggar disiplin pegawai negeri sipil dan tidak loyal ke atasan.

Tanggal 24 November lalu, setelah lima bulan wajib lapor di Mapolres Gowa, Fadli yang bicara kinerja orang nomor satu Gowa tersebut melalui jejaring sosial, LINE, grup alumni SMA 149 Sungguminasa, Gowa.

Selain itu, dia juga sudah diturunkan pangkatnya dari golongan III A ke Golongan III B. "Itu artinya dia butuh 3 tahun lagi, untuk naik pangkat."

Bukan hanya itu, ibu kandungnya yang juga guru Bahasa Inggris di SMA 1 Sungguminasa, Gowa, juga dimutasi ke SMAN 1 Parangloe, atau 30 kilometer dari rumahnya.

Karena kejadian itu, Fadli didakwa hukuman penjara maksimal enam tahun karena melanggar undang-undang IT pasal 21 dengan tuduhan pencemaran nama baik. Belum ada konfirmasi resmi dari Pemda Gowa mengenai kasus yang menimpa Fadli ini.

Di chatroom group LINE alumni Salis (atau alumnus SMA 1 Gowa) ini Fadli menuliskan pesan yang dianggap kritik namun oleh bupati disebut tuduhan dan pencemaran nama baik.

Apa sih yang ditulis si Fadli?
Sebagian tulisan tangan Fadli Rahim tentang kronologis kritiknya. Tribun sejauh ini hanya mendapatkan bagian terakhir dari 4 halaman.

...Saat itulah saya melontarkan komentar saya setuju Gowa tidak inovatif dan di kalimat itu saya menyinggung soal banyak investor yang tidak jadi invest di Gowa karena tidak adanya deal tentang pembagian komisi/fee dengan bupati, yang saya dengar langsung dari salah satu investor, ada juga dari kawan-kawan pengusaha/PNS yang memiliki hubungan kerja dengan para investor/kontraktor, mereka rata-rata memiliki keluhan yang sama mengenai Bupati Gowa.
Contoh, seorang kawan yang merupakan pengusaha timbunan, ada sebuah insiden dimana truk timbunan dilarang memasuki suatu kawasan pembangunan kecuali milik yang berasosiasi dengan bupati entah itu perusahaan Bupati sendiri atau atas nama orang lain.
Tabiatnya sudah jadi rahasia umum ada juga soal investasi pembangunan resort untuk kawasan wisata di daerah Bilibili dan air panas Biringbulu yang berminat dikelola untuk swasta namun berakhir secara dengan yang lain di atas.
Percakapan berlanjut semakin hangat mengenai Gowa dan perkembangannya. Selama percakapan itu berbagai ketidakadilan yang pernah saya saksikan sendiri berkelebat difikiran saya, bayangan mengenai orang-orang yang diatas sesuka hati/ diturunkan jabatannya bukan karena alasan yang prinsipil dan tidak dengan tata cara yang telah diatur dalam Undang-Undang PNS. Ada yang dihukum hanya karena fitnah dari PNS lain.

Ditranskip dari tulisan tangan Fadli (cr1/anc)

Penulis: Ansar
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved