Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kijang Maut di Campalagian

Korban Tewas Jadi 5 Orang

perkembangan terbaru kecelakaan di jalan poros Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Polman) - Majene, Sulawesi Barat, Minggu (14/12/201

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mangenre

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Inilah perkembangan terbaru kecelakaan di jalan poros Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar (Polman) - Majene, Sulawesi Barat, Minggu (14/12/2014) lalu.

Korban tewas kecelakaan 'Kijang Merah Maut' itu bertambah satu orang. Kini korban meninggal dunia menjadi lima orang.

Senin (15/12) dini hari, Mirah (14), pelajar kelas II SMP Luyo, Polman, meninggal dunia, setelah dirawat di Unit Gawat Darurat RS Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Makassar.

Mengonfirmasi perkembangan penyidikan, Kepala Kesatuan Lalulintas Polres Polman AKP Henki Ismanto, menyebutkan hasil penyidikan sementara dari unit Lakalantas Polres Polman, kemarin.

Hengki menyampaikan, pemicu kecelakaan yang menewaskan lima orang, dan tiga luka parah ini, karena salah satu baut roda Mobil Kijang merah DD 1162 OE, tanggal dan patah di kecepatan sekitar 60 hingga 70 km per jam.

Dari dua foto penyidik terlihat, baut ban depan patah, dan membuat velg cor alumunium buatan Surabaya ini, retak lalu patah.

Inilah dugaan sementara yang membuat mobil Toyota Kijang produksi 1994 ini, terguling tiga kali, sebelum menabrak mobil MPV Avansa silver yang memuat dua saudari Bupati Majene, Nurani Katta (60, anggota Fraksi Hanura DPRD Majene), dan Surun Katta (54, PNS Pemkab Majene).

Mobil Avanza (DD 1482 MS) adalah iring-iringan pengantar pengantin mempelai pria dari Majene. Sedangkan, mobil 'Kijang Merah Maut', mengangkut sepasang pengantin baru, M Nawawi (21) dan Irma (18).

Nawawi meninggal dunia satu jam usai kejadian di RS Wonomulyo, sekitar 15km dari TKP, dan Irma, yang kini sudah jadi janda, masih dirawat di RS Polewali.

Seperti Irma, almarhum Mira adalah warga Dusun Siratuan, Desa Batupangadaa La, Lecamatan Luyo, Polman. Kemenakan mempelai pengantin wanita ini menghebuskan nafas terakhir, sekitar pukul 04.00 wita dini hari di Makassar.

Tangan gadis muda ini, dilaporkan putus dan pendarahan hebat di bagian kepala. Korban yang meninggal dunia menjadi lima orang.

Adapun korban yang meninggal ini atas nama Marpin (3) meninggal di RSUD polewali, Hadanan (10) meninggal di RS Wonomulyo bersama Nawawi (20).

Sedangkan tante Irma, Hj Maryam (50) meninggal di lokasi, sekitar 15 km sebelum makam Imam Lapeo, tujuan para peziarah mendiang ulama kharismatik rtanah mandar ini, KH Muhammad Thahir (1838-1952).

Selengkapnya, baca Tribun Timur, Selasa (16/12/2014)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved