Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga BBM Naik

Polisi: Kami Malu Demo BBM di Makassar Brutal

Demo berujung bentrok dinilai telah menghilangkan nilai siri yang dijunjung tinggi orang Makassar.

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Edi Sumardi
Facebook.com/Arie Shattar Ballackjhie
Arie Shattar Ballackjhie 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemilik akun Facebook Arie Shattar Ballackjhie menulis menulis kerisuannya soal demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di Makassar yang berakhir bentrok. Dia menulis melalui fan page Tribun Timur Berita Online Makassar, Sabtu (29/11/2014).

Pria yang mencantumkan status pekerjaan dan jabatan sebagai Kepala Perwakilan Polda Sulsel di Jakarta ini mengaku malu (masiri). Demo berujung bentrok dinilai telah menghilangkan nilai siri yang dijunjung tinggi orang Makassar.

Selain mengaku malu, dia juga mempertanyakan, mengapa kenaikan harga BBM diprotes, padahal pertumbuhan ekonomi di Makassar di atas rata-rata nasional.

Berikut ini tulisan Arie Shattar Ballackjhie tanpa disunting (edit)

Pak gubernur,dan pak wali yg terhormat ..kebanggaan apa yg kita miliki ditingkat nasional yg katanya pertumbuhan ekonomi sulsel umumnya dan makassar khususnya diatas rata rata NASIONAL , tapi untuk kenaikan harga BBM 2000 saja,oknum mahasiswa menyikapinya secara anarkis ,brutal,ataukah memang MAKASSAR daerah termiskin ? Sebagai putera asli MAKASSAR kami MALU,padahal org makassar itu menjunjung tinggi SIRI !.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved