Bentrok UMI
UMI Pecat Empat Mahasiswa
Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, mengumumkan pemecatan ini melalui konferensi pers di lantai 9 Menara UMI, Jumat (28/11/14) sore.
Penulis: Ansar | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), memecat empat mahasiswa dan memberi sanksi skorsing tanpa batas untuk empat mahasiswa lainnya, yang melakukan unjuk rasa menolak dinaikkannya harga BBM dan berujung bentrok dengan polisi, Kamis (27/11/14) sore.
Rektor UMI, Prof Masrurah Mokhtar, mengumumkan pemecatan ini melalui konferensi pers di lantai 9 Menara UMI, Jumat (28/11/14) sore. Masrurah juga mengumumkan, aktifitas perkuliahan di UMI diliburkan mulai Jumat hari ini hingga Senin pekan depan.
Pemecatan terhadap keempat mahasiswa tersebut diputuskan melalui rapat senat yang sebelum melakukan rapat menemui orang tua masing-masing mahasiswa yang menjadi korban perjuangan menolak kebijakan dinaikannya harga BBM oleh Presiden RI, Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla.
"Kami minta kepada semua teman-teman untuk membantu mendeteksi mahasiswa yang terlibat. Mahasiswa yang dipecat itu, sudah berkali-kali terlibat aksi anarkis. Itu berdasarkan laporan polisi juga. Makanya kami putuskan dikembalikan kepada orang tuanya," kata Prof Masrurah yang menolak mengumumkan nama-nama mahasiswa yang dipecat maupun di skorsing.
Terkait unjuk rasa mahasiswa UMI yang berakhir bentrok, Prof Masrurah mengatakan, "kita lihat ini skenario, beberapa di Makassar dulunya mengalami hal yang sama, jadi oknum yang tidak senang dengan kami, menjadikan kampus kami sebagai targetnya. Ada skenario yang tidak setuju dengan kami.”
UMI, lanjutnya, akan mengambil langkah hukum terhadap oknum polisi yang melempari kampus dan menembakkan gas air mata ke dalam Masjid Umar Bin Khattab UMI