Ibadah Haji 2014
Didiagnosa "TBC", Dua JCH Pinrang Batal Terbang
Dari hasil tes pemeriksaan kesehatan oleh tim medis embarkasi Makassar kedua jamaah asal Pinrang ini dideteksi menderita penyakit TBC Paru-paru.
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Muh. Taufik
Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy.
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Dua Jamaah Calon Haji JCH yang terdaftar didalam rombongan kloter 10, batal terbang bersama rombongannya, JCH tersebut yakni Adam Landu BIN Ladori, dan Yoncong Rakki BT. Punde,
Dari hasil tes pemeriksaan kesehatan oleh tim medis embarkasi Makassar kedua jamaah asal Pinrang ini dideteksi menderita penyakit TBC Paru-paru.
Kabid Kesehatan Jamaah Embarkasi Makassar, dr. Irwan mengatakan sebenarya kedua JCH ini dari kondisi fisiknya bisa dikatakan sehat, namun setelah diperiksa ia didiaknosa mengalami penyakit yang dapat merugikan orang disekelilingnya karena bisa menulari penyakit yang diderita kedua JCH ini atau istilah medisnya penyakit itu dinamakan Tuberculosis (TBC/ Paru).
dr. Irwan mengungkapkan, untuk penanganan lanjutan kedua jamaah ini diserhkan ke RSUD. Wahidin Sudirohusodo.
Menururtnya apabila jamaah ini dilakukan pengebotan lanjutan penyakit yang ia derita bisa pulih dalam waktu dekat ini, melalui alat medis yang dimiliki rumah sakit. Kata dolkter.
"Kita serahkan ke rumah sakit, Insya Allah kalau dahaknya itu suda disedot kemungkinan ia bisa sembuh,"jelas dr Irwan.
Dari pengalaman medis, dr Irwan memaparkan penyedotan dahak yang ada disaluran nafas penderita TBC ini hanya memakan waktu dua hingga tiga hari, bahkan seminggu apabila dalam kondisi urgent, disamping itu pasien tersebut harus memperhatikan obat dan larangan yang dipesankan dokter.
Penjelasan dr Irwan mengenai penyakit TBC, TBC adalah salah satu penyakit infeksi yang bersifat menular yang biasa menyerang saluran pernafasan atau paru-paru, penyebabnya ialah Mycobacterium Tuberculosis. Sedangkan proses penularannya bisa melalui cairan didalam saluran nafas yang keluar ketika penderita tersebut batuk lalu terhirup oleh orang lain yang berada disekitar penderita TB itu, papar dokter.
Ditempat terpisah, Kasubag Humas Kemenag Sulsel Ahmad Husain mengungkapkan, jamaah yang dirujuk ke Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo ini, hanya berstatus tunda atau berpindah dikloter terakhir karena harus menjalani pemeriksaan medis.
"Kita tetap berangkatkan, kalau mereka sudah didiaknosa layak terbang, tapi kalau divonis membahayakan bagi dirinya dan jamaah lainnya terpaksa diundur ketahun depan," jelas Husain.
Menurutnya, pihak Kemenag tidak bisa memberangkatkan jamaah yang dianggap bermasalah, apalagi itu membahayakan bagi orag lain.
Sekadar diketahui, penerbangan rombongan kloter 9 ini tetap terbang dengan kuota 450 jamaah dan lima orang pendamping.
Kedua jamaah yang batal berangkat ini, digantikan oleh pasangan suami istri yang pekan lalu batal berangkat karena menderita sakit cacar, yakni Nede dan Kaya, Jamaah Calon Haji asal Wajo. (*)