Setelah Bodrex, Buhari Samakan Lagi 'MoU Pilkada' Ponstan
Terkait dengan pembagian kesempatan untuk diusung PAN sebagai calon Bupati Maros.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Sulsel, Buhari Kahar Muzakkar kembali mengomentari surat perjanjian kesepakatan antara Ilham Burhanuddin dan M Hatta Rahman terkait dengan pembagian kesempatan untuk diusung PAN sebagai calon Bupati Maros.
Jumat (15/8/2014), Buhari menyebut surat perjanjian tersebut ibarat obat sakit kepala merek Bodrex.
"Surat perjanjian itu kan seperti Bodrex (merek obat sakit kepala). Hanya diminum kalau lagi sakit kepala, kalau tidak, ya tidak diminum," ujar Buhari.
Tiga hari kemudian, Senin (18/8/2014), Buhari menyamakan lagi 'MoU Pilkada' Maros itu dengan obat pereda nyeri merek lain, Ponstan. "Seperti Ponstan. Hanya mampu bertahan tiga sampai 4 jam. Setelah itu sakit lagi," kata putra pejuang Abdul Kahar Muzakkar ini.
Mendengar Buhari menganggap enteng suratnya, Ilham pun protes lagi. Jumat lalu, dia menyebut Buhari asal bunyi. Kali ini pun demikian.
"Sekali lagi, Buhari jangan kapau-pau kalau tak tahu persoalan. Asal ngomong atau asal bicara tapi tak tahu substansi masalah. Tong kosong nyaring bunyinya. Buhari stop bicara," kata Ilham di kantor DPRD Sulsel.
Saat Ilham dan Buhari saling "ledek" soal 'MoU Pilkada' mereka bersebelahan ruangan di kantor Dewan. Buhari di ruang rapat komisi B bidang perekonomian, Ilham di ruang rapat komisi D bidang pembangunan.(*)