Pilpres 2014
Sekretaris KPU Makassar: Sidang MK Melelahkan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai terlapor harus bekerja keras
Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM - Sidang sengketa Pilpres yang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memasuki minggu kedua.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai terlapor harus bekerja keras dalam menghadapi gugatan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Sebagai salah satu daerah yang turut dipersoalkan terkait Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb), KPU Makassar pun harus berjibaku mempersiapkan berkas-berkas. Tak pelak kelelahanpun turut dirasakan staf dan komisioner KPU Kota Makassar.
Sekretaris KPU Makassar, Sabri mengakui jika persiapan berkas jawaban terlapor cukup membuat staf KPU yang ikut ke Jakarta mengeluh. Bahkan lebih sulit dari Pilkada ataupun Pileg.
"Prosesnya panjang dan melelahkan. Berkas yang harus disiapkan juga cukup banyak. Banyak staf KPU kelelahan karena setiap hari begadang," katanya, Senin (18/8/2014).
Sekadar diketahui, ada 85 ribu lebih daftar pemilih DPKTb atau pemilih KTP/KK yang harus dipertanggungjawabkan di Sulsel, 40 ribu diantaranya ada di Makassar