Pilpres 2014
KPU: Pemilih “Makhluk Halus” di Gowa Banyak karena Mudik
DPKTb di Gowa sebenarnya tak masalah.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Gowa menjelaskan bahwa adanya 11.037 pemilih yang disebut pihak Prabowo-Hatta sebagai pemilih siluman, sebenarnya adalah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb). Mereka semua telah terdaftar sebagai, hanya saja karena sesuatu hal, harus memilih dengan menujukkan KTP sebagai syarat.
Ketua Divisi Teknis Pelenggaraan KPUD Gowa, Nuzul Fitri mengatakan, DPKTb di Gowa sebenarnya tak masalah. Hanya saja, Prabowo-Hatta melalui gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) menyebutnya bermasalah karena dinilai sebagai pemilih siluman.
“Kebetulan pas pencoblosan, banyak pemilih DPKTb karena saat itu Ramadan, banyak yang mudik sehingga memilih di Gowa. Ada juga karena masalah ke TPS-nya, dimana dia terdaftar karena jauh,” kata Nuzul, Kamis (14/8/2014). Pemilih DPKTb banyak terdapat di Kecamatan Sombaopu dan Pallangga atau sekitaran Kota Sungguminasa. Mereka telah didaftar dalam formulir C-7.
Prabowo-Hatta menuding mereka sebagai pemilih siluman dari daerah lain. Terlebih Sombaopu dan Pallangga dekat dengan Kota Makassar dan Kabupaten Takalar.
Dalam sidang perselisihan hasil Pemilihan Umum di MK, Rabu (13/8/2014), pemilih siluman Gowa sempat menjadi bahan celetukan hakim MK, Arief Hidayat. Nuzul saat menyampaikan jawaban saat sidang ketika dikonfirmasi, langsung membantah.
Mendapati jawaban seperti itu, Arief pun tiba-tiba mengeluarkan celetukan. “Berarti makhluk halus kali yang milih,” kata Arief.(*)