Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline News Hari Ini

Menteri: Status Proyek Simpang 5 Bandara Urgent

Underpass Simpang Mandai dinilai sangat mendesak untuk mengurai kemacetan di titik pertemuan lima ruas jalan.

Editor: Suryana Anas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS -Underpass Simpang Mandai dinilai sangat mendesak untuk mengurai kemacetan di titik pertemuan lima ruas jalan. Antara Jl Perintis Kemerdekaan, Kabupaten Maros, Jl Tol Seksi IV, jalan poros Bandara Hasanuddin dan jalan poros AURI.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung beserta Menteri Pertanian, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Maluku Utara, Gubernur Sulawesi Tengah, Kapolda Sulsel dan beberapa wakil menteri menyempatkan hadir di pencanangan pembangunan Underpass Simpang Mandai.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Deded Permadi Sjamsuddin, menargetkan proyek selesai 2016.

Underpass dinilai sangat mendesak untuk dikerjakan demi mengurai kemacetan karena posisi Simpang Mandai yang tak simetris. Volume kendaraan pada jam sibuk mencapai 10 ribu kendaraan dan 65%pengguna jalan menggunakan arus lurus Jl Perintis Kemerdekaan menuju Maros dan sebaliknya.

Underpass telah melalui studi kelayakan dan lingkungan. Tahapan yang ditempuh Bina Marga seperti kematangan perencanaan teknis dan pembebasan lahan.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan pihaknya terus menggenjot pembangunan. Underpass Akan melalui proses tender akhir tahun ini. "Kita sudah buat desainnya, dana sudah dialokasikan, tanah sudah dibebaskan insya Allah pasti terjadi. Kita harus tender dulu ketemu kontraktor baru ground breaking," jelasnya.

Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun timur, Rabu (13/8/2014) hari ini. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved