Petualangan Survei Haris Baginda yang Menangkan Prabowo-Hatta

Sejak 2007, Haris sudah mendirikan dan memimpin tiga lembaga survei, dari Bisamu hingga ISI

Petualangan Survei Haris Baginda yang Menangkan Prabowo-Hatta - HARIS_BAGINDA-2.jpg
Haris Baginda ketika mengumumkan hasil surveinya menjelang Pilgub Sulsel 2007 atas nama Direktur Bisamu
Petualangan Survei Haris Baginda yang Menangkan Prabowo-Hatta - haris_baginda-3.jpg
Haris Baginda diwawanrai di TVOne, Rabu (25/6/2014), tentang hasil surveinya menjelang Pilpres 2014 atas nama Direktur ISI

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Abdul Haris Baginda akhirnya melenggang ke jajaran surveiyor nasional. Haris merintis karier di lembaga survei sejak 2007.
Sejak 2007, Haris gencar melansir hasil survei pemilihan kepala daerah tingkat lokal seperti pilkada, pilwali, dan pilgub.
Hingga menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Haris sudah mendirikan dan memimpin tiga lembaga survei.
Nama Haris Baginda di ranah survei mengguncang jagad Sulsel menjelang Pilgub Sulsel 2007.
Ketika itu, rata-rata lembaga survei memprediksi bakal terjadinya persaingan ketat antara pasangan Amin Syam-Mansyur Ramly (Asmara) dengan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu`mang (Sayang). Belum ada lembaga survei yang memprediksi pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakar-Mubyl Handaling bakal menang, ketika itu.
Beberapa hari menjelang minggu tenang Pilgub Sulsel yang digelar 5 November 2007, Haris muncul dengan hasil survei yang mencengangkan. Dia memastikan pasangan Aziz-Mubyl bakal menang. Ketika itu, Haris mengaku sebagai Direktur Biro Survei Aziz-Mubyl (Bisamu). Inilah untuk pertama kalinya, Haris memperkenalkan diri sebagai surveior. Sebelum ini, dia dikenal sebagai aktivis dai dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Ketika ditanya alasan memenangkan Aziz-Mubyl, Haris mengatakan pasangan ini didukung oleh aktivis masjid.
Beberapa hari kemudian, KPU Sulsel menetapkan hasil pilgub.  Sayang 218.641 suara (43,46%), Asmara 145.587 suara (28,94%), dan Aziz-Mubyl 130.517 suara (25,84%).
Petualangan survei Haris berlanjut di Pilgub Sulsel 2013.
Oktober 2012, Haris mendirikan lembaga survei baru dan mengenalkan diri sebagai Direktur PT Konsultan Syariah Biro Survei Nusantara (BSN).
Dia melansir hasil survei dan menempatkan pasangan icnumbent Sayang sebagai calon pemenang dengan 44,5 persen, pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) 33,2 persen, dan Gerakan Rudiyanto Asapa-Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) 22,3 persen.
November 2012, Haris melansir survei terkini. Hasilnya, Sayang 40,5 persen, IA 31,2 persen, dan Garuda-Na 28,3 persen.
Haris mengatakan, naiknya elektabilitas Garuda-Na karena model sosialisasi yang efektif yang kerap dilakukan pasangan ini.
"Garuda-Na turun langsung bersentuhan langsung dengan rakyat," kata Haris di DPRD Sulsel, Kamis (22/11/2012).
Beberapa sebelum melansir survei November itu, Haris menyatakan diri sebagai Tim Pejuang Garuda-Na.
Beberapa hari kemudian, Haris menyatakan mundur dari tim Garuda-Na lalu mengumumkan lagi hasil survei. Angka yang disampaikan Haris kali ini adalah Sayang 52,1 %, IA 36,5 %, dan Garuda-Na hanya 1,14 %.
“Hasil survei ini wajib disebarkan karena data ini saya pertanggungjawabkan dunia akhirat, masuk neraka sesorang yang membohongi publik, tidak percaya nanti kita ketemu di akhirat, was, ” tulis Haris BC.
Februari 2013, KPU Sulsel mengumumkan hasil pilgub.  Sayang meraih 2.251.407 (52,42 %) IA 1.785.580 suara (41,57 %), dan Garuda-Na 257.973 suara (6,01%).
Survei Pilwali
Sepak terjang Haris di dunia survei berlanjut di Pilwali Makassar 2013.
Oktober 2012, 11 bulan menjelang pencoblosan Haris sudah melansir hasil survei atas nama Biro Survei Nusantara (BSN).
Dia menempatkan Supomo Guntur di urutan pertama sebesar 15 persen, disusul Adil Patu 13 persen dan Idris Manggarabarani 12 persen.
April 2013, lima bulan menjelang hari pencoblosan, Haris mengumumkan lagi hasil survei. Dia sudah menempatkan Adil Patu berada di posisi teratas mengungguli Supomo.
"Survei ini kita lakukan selama sepekan. Mulai 10 sampai 15 April lalu," ujar Direktur BSN Haris Baginda dalam keterangan persnya, Selasa (16/4/2013).
Sebelum melansir survei itu, Haris sudah keliling Makassar menyebar atribut Adil Patu.
Dua bulan menjelang hari pencoblosan, Juli, Haris mengumumkan lagi hasil surveinya. Pasangan Supomo-Kadir Halid (SuKa)  masih di urutan pertama (16,2 %), Adil Patu-Isradi Zainal 15,4 persen, Rusdin-Idris 9,6 %, Tamsil Linrung-Das'ad  Latif 8,8 %, Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah (Ibu) 8,2 %, Danny Pomanto-Syamsu Risal (DIA) 7,4 %, Muhyina Muin-Syaiful Saleh 6,6 %, Apiaty Kamaluddin-Zulkifli Gani Ottoh 3,8 %, Erwin Kallo-Hasbi Ali 1,2 %, dan Herman Handoko-Latif Bafadal 0,6 %.
"Tapi semua pasangan kandidat masih punya peluang menang karena swing votter masih cukup tinggi," ujar Haris.
Menanggapi hasil survei itu, Danny mengatakan, "Hehehe...Kalau Surveinya ji Haris Baginda,
Urutan 10 pun Nda Masalah."
Rabu (25/9/13), KPU Makassar menetapkan hasil perhitungan suara dari sepuluh kandidat Pilwali Makassar:
1. Adil Patu-Isradi Zainal : 14.556 suara
2. SuKa :  86153 suara
3. Rusdin Abdullah-Idris :  23846 suara
4. Ahao :  2930 suara
5. Erwin Kallo-Hasbi Ali : 5.489 suara
6. Tamsil-Das'ad :  93.868 suara
7. Muhyina-Syaiful:  56.607 suara
8. Dia:  182.484 suara
9. Noah : 114.032 suara
10. Apiaty-Zulkifli:  7.326 suara
DIA dinyatakan menang satu putaran dengan 31.18% suara.
Menjelang Pipres 2014, Haris mendirikan lembaga baru, Institut Survei Indonesia (ISI). Seiring dengan lembaga baru ini, Haris “hijrah” jumpa pers di Jakarta, Senin (23/6/2014).
Hasil survei Haris menempatkan Prabowo-Hatta (51,18 %) mengungguli Joko Widodo-Jusuf Kalla (48,82 %).
Jumpa pers Haris di Warung Daun, Cikini, Jakarta, itu diabadikan sejumlah media online nasional.
Hari Rabu (24/6/2014), Haris muncul di layar televisi nasional (TVOne). Dia diwawancarai mengenai hasil surveinya itu.(*)

Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved