Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Elit PKB Sulsel Ditemukan Tewas

Istri Politisi PKB 3 Kali Melapor ke Polisi Tapi Diabaikan

"Laporan pertama tidak dibuatkan laporan, hanya lisan. Di hari kedua kami kembali melapor, tetapi laporan yang dibuat penyidik ditulis tangan

Penulis: Ardy Muchlis | Editor: Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN - Sejak menghilang Minggu (1/6/2014) silam, Politisi PKB Sulsel Alide Hamid (52), tak mengirim kabar.

Sejak didrop anaknya keduanya, Mamat Rahmat di depan Mapolrestabes Makassar, minggu malam, ponsel mantan Direktur Pabrik Air Mineral Ukhuwah YBW UMI itu tak aktif lagi.

Istrinya, Andi Nurhadiah (50), dan anak, mengaku tiga kali melapor ke Mapolrestabes. Namun petugas disana menanggapi dengan "dingin'.

"Laporan pertama tidak dibuatkan laporan, hanya lisan. Di hari kedua  kami kembali melapor, tetapi laporan yang dibuat penyidik dibuat secara tulisan tangan, pakai pulpen. Laporan ketiga, baru ditanggapi seperti laporan biasanya, diketik di komputer," katanya kepada Tribun, di kediamannya, Kompleks Dosen UMI Blok D6, Kelurahan Karampuang, Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Tujuh hari berlalu, keluarga kian curiga. Misteri 'kehilangan' karyawan UMI kelahiran Pangkep, tahun 1962 itu, mulai dikaitkan dengan kejadian aneh, beberapa hari sebelum dia menghilang.

Setidaknya ada enam cerita janggal yang dikumpul Tribun di kediaman Alide dan ruang DVI RS Bhayangkara, Makassar, sepanjang Minggu kemarin, membuat keluarga terus bertanya, ada kejanggalan dari kematian, ayah lima anak ini.

Mayat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Kondisi muka sudah tidak dikenali lagi. Beberapa luka lebam dibagian muka jenasah.

Kondisi ini sangat memilukan keluarga. Apa lagi ditemukan meninggal dalam tak wajar. Beberapa gelagat mencurigakan diperlihatkan almarhum. Beberapa jam setelah dinyatakan hilang. Almarhum sempat mendapatkan telpon yang mencurigakan, Senin (2/6) siang sekitar jam 2.

Sebelum 'menghilang' di Mapolrestabes, Alide ikut rombongan istri dan empat kerabartnya, untuk hadiri resepsi pernikahan anak Pimpinan Ponpes UMI Padanglampe KH Zein Irwanto di Balai Manunggal Prajurit, Jl Jend Sudirman, Makassar.

Alide tak masuk ke pesta. Dia langsung minta diantar anaknya ke Mapolrestabes 

Selama dalam mobil, Tak ada pesan, dari politisi senior di PKB itu kepada anaknya. Ia hanya diminta untuk diantarkan ketempat tujuannya.

Hingga sampai ketempat tujuan, sang anak mamat sempat menawari apakah akan ditunggu, hingga urusan selesai. Sang poitisi sekaligus akademisi itu, pun menolak. Menyuruh anaknya pulang.
"Bahkan sempat tawari ayah untuk ditunggu tapi ayah tidak mau," Jelas Andi Tati, sahabatnya di Internal PKB menirukan cerita anaknya, Mamat, Minggu (8/6).

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved