Pemilu 2014

Ketua Bawaslu Sulsel: 30 Persen Penyelenggara Bermasalah

Seperti apa ‘jurus’ Bawaslu Sulsel menyambut Pilpres 2014 agar lebih berkualitas dibanding Pemilu 2014?

Ketua Bawaslu Sulsel: 30 Persen Penyelenggara Bermasalah
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi (tengah baju batik). TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN 

Laporan: Tribun Timur/Ilham Arsyam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR---SELAIN Komisi pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga merupakan instrumen penting dalam penyelengaraan pemilu. Bawaslu bertugas mengawas tindak tanduk, bukan saja peserta pemilu tapi juga penyelenggara KPU dan jajarannya.

Seperti apa ‘jurus’ Bawaslu Sulsel menyambut Pilpres 2014 agar lebih berkualitas dibanding Pemilu 2014? Berikut petikan wawancara reporter Tribun Timur Ilham Arsyam dengan Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi di kantornya, Jl Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu.

Bagaimana pengawasan Bawaslu ke penyelenggara KPU dan jajarannya?

Pengalaman di Pileg sudah jadi catatan kami. Dari hasil evaluasi memang terungkap jika di tingkat bawah seperti KPPS atau PPS, penguasan terhadap regulasi lemah. Selain itu persoalan integritas.
Integritas ini sangat penting karena kepercayaan masyarakat itu yang kita bangun.

Secara umum apakah kinerja penyelenggara sudah memuaskan?

Belum. Ukurannya, banyak  penyelenggara yang dilaporkan ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu). Ada juga yang masuk ranah pidana hingga vonis pengadilan.
Selain itu jumlah kasus yang masuk Mahkamah Konstitusi juga jadi catatan.  Jika dipersentasekan sekitar 30 persen masih bermasalah.

Sampai saat ini sudah berapa penyelenggara yang dipecat?

Yang jelas hingga saat ini anggota KPU kabupaten/kota yang sudah diberhentikan tetap sudah ada tiga. Satu KPU Palopo dan dua KPU Bulukumba selebihnya masih ada yang sementara berproses.
Banyak juga PPK, PPS, KPPS yang diproses, bukan saja administrasi tapi hingga ranah pidana. Bukan hanya di jajaran KPU, Panwas juga ada, misalnya salah satu anggota Panwas Pangkep dipecat, tapi itu sebelum Pileg. (*)

Penulis: Ilham Arsyam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved