Pemilu 2014

Ini Peringatan Bawaslu Sulsel untuk Pelaku Black Campaign Pilpres

Bagi Bawaslu, bagaimana tingkat kesulitan Pilres dibanding Pileg?

Ini Peringatan Bawaslu Sulsel untuk Pelaku Black Campaign Pilpres
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi (tengah baju batik). TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN 

Laporan: Tribun Timur/Ilham Arsyam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR---Seperti apa ‘jurus’  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel menyambut Pilpres 2014 agar lebih berkualitas dibanding Pemilu 2014? Berikut petikan wawancara khusus reporter Tribun Timur Ilham Arsyam dengan Ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi di kantornya, Jl Pettarani, Makassar, beberapa waktu lalu.

Seperti apa pemetaan daerah rawan di Pilpres?

Kalau keamanan itu biarkan pihak kepolisian yang menentukan, pasti mereka sudah punya kalkulasi sendiri. Namun dari sisi distribusi logistik jika bercermin di pileg ada beberapa daerah memang rawan permanen karena medannya memang sulit dijangkau.

Bagi Bawaslu, bagaimana tingkat kesulitan Pilres dibanding Pileg?

Secara keseluruhan dari sisi teknis Pilpres lebih ringan. Misalnya surat suara tertukar yang di pileg kemarin merupakan salah satu juga sumber konflik, itukan sudah tak ada di pilpres, karena dapil tidak ada, semua surat suara di Indonesia sama.

Apakah sudah ada pelanggaran Pilpres yang ditangani Bawaslu?

Sampai saat ini belum, karena hingga saat belum ada calon (presiden). Proses pendaftaran calon masih berproses di KPU. Setelah ada calon baru kami terima laporan.

Bagaimana antisipasi Bawaslu menghadapi pekan-pekan krusial Pilpres?

Di pilpres ini kita berharap lebih mudah karena kita liat cuma ada dua calon, sehingga pengawasan lebih mudah. Di hari H misalnya kasus yang kerap terjadi seperti jual-beli kartu pemilih, kita sudah komitemen untuk menyelesaikannya di TPS.
Kita juga berharap masyarakat belajar di pileg kemarin bahwa hal itu bisa berimplikasi hukum. Kalau di masa kampanye, paling yang marak adalah black campaign.

Tapi kami ingin sampaikan ini, ada kecenderungan yang kami lihat selama ini bahwa korban black campaign kerap mendapat simpati, nah ini bisa menjadi peringatan bagi oknum yang kerap berperilaku demikian.(*)

Penulis: Ilham Arsyam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved