Pemilu 2014
Kenapa Keluarga Kahar Muzakkar Kalah?
Peneliti Sejarah dan Ajaran Qamus, Aswar Hasan MA, kepada tribun melihatnya dari struktur perubahan kultur
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Setidaknya ada lima alasan mengapa lima dari tujuh keluarga inti Qahar Mudzakkar tak lolos ke parlemen kabupaten (DPRD Luwu), provinsi (DPRD Sulsel), dan pusat (DPR-RI) di pemilu 2014 ini.
Peneliti Sejarah dan Ajaran Qamus, Aswar Hasan MA, kepada tribun melihatnya dari struktur perubahan kultur, perilaku pemilih yang kian pragmatis, serta respon dari anggota keluarga ini yang masih menggunakan pendekatan strategi lama untuk meraih suara.
Berikut penjelasan Aswar yang juga dosen komunikasi politik Unhas serta mantan Sekjen KPPSI Sulsel ini;
Bukan pengaruh Qamus yang memudar. Buktinya, suara Aziz Qahhar Mudzakkar, dilaporkan tembus 1 juta pemilih.
Yang terjadi bagi keluarga Qamus yang gagal ke parlemen, karena ada lima alasan:
1. Mereka bukan lagi representasi Qamus dari segi ideologi, sikap politik, kepribadian, yang populis dan dekat dengan rakyat yang senantiasa memperjuangkan islam sebagai syariat dan ideologi perjuangan untuk kemaslahatan rakyat, sebagaimana yang jadi ciri khas Qamus
2. Keluarga ini terlalu jujur berpolitik, di tengah hegemoni pragmatisme dan politik transaksional. Mereka tidak menghalalkan segala cara dalam berkompetisi, seperti dalam fenomena caleg DPR _RI. "Untungnya ini belum merambah ke ranah DPD-RI
3 Mereka ini tidak memnggunakan strategi politik segmentasi, dan positioning untuk fokus memelihara konstituen
Berita selengkapnya dapat dibaca pada edisi cetak Harian Tribun Timur, Jumat (25/4/2014) hari ini. (*)