Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Calon Presiden 2014

Ini Enak dan Repotnya Jadi Wapres Versi JK

JK juga menceritakan susahnya jadi wakil presiden. "Tak bisa ke mal, tak bisa makan-makan," ujar JK disambut tawa hadirin.

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Suryana Anas

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Wakil Presiden RI periode 2004-2009, Muhammad Jusuf Kalla menceritakan pengalamannya, betapa enaknya menjadi orang nomor dua di Indonesia. Apa yang dirasakan banyak orang sebagai masalah, tak bakalan dialami orang nomor dua di negeri ini. "Enaknya pertama, tak kena macet," ujar JK menjawab pertanyaan, apa enaknya jadi wakil presiden, dalam dialog bersama tokoh dan pengurus OSIS SMP, MTs se-Indonesia di Sekolah Islam Athirah, Jl Kajaolaliddo, Makassar, Sabtu (19/4/2014).

Dialog dipandu mantan Ketua OSIS SMP Islam Athirah 1, Jinan Thalita. Turut dihadiri narasumber Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla.

Saat menjadi wakil presiden, kata JK, ke mana-mana dikawal banyak voorijder, jalan disterilkan, dikawal Pasukan Pengamanan Presiden.

Tak hanya soal enaknya, JK juga menceritakan susahnya jadi wakil presiden. "Tak bisa ke mal, tak bisa makan-makan," ujar JK disambut tawa hadirin.

Kendati tak lagi menjadi wakil presiden, JK tetap dikawal. Namun, eskalasinya tak sama saat masih menjabat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved