Pemilu 2014
Jika Terpilih, Jokowi Enggan Banyak Politisi Jadi Menteri
Jokowi:Yang banyak nanti yang profesional
TRIBUN-TIMUR.COM-Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo memastikan kabinet menteri jika dia terpilih menjadi presiden Indonesia akan lebih banyak diisi oleh orang-orang profesional ketimbang dari partai politik.
"Yang banyak nanti yang profesional,"ujar Jokowi di tepi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (13/4/2014) siang.
Jokowi menegaskan, keputusannya tersebut adalah implikasi dari sistem kerja sama politik presidensial dengan sejumlah partai politik. Dengan sistem kerja sama itu, PDI-P sebagai partai dengan suara terbesar tidak akan membagi-bagi kursi menteri dengan parpol lain.
"Saya yakin bisa begitu. Kita mau cari kawan sebanyak-banyaknya. Silahkan bergabung, dengan catatan, tidak bagi-bagi kursi menteri," lanjutnya.
Sekedar gambaran, suara PDIP berdasarkan quick count sejumlah lembaga survey berada di bawah 20 persen. Artinya, 'banteng hitam' tidak dapat mengajukan capres sendiri dan harus berkoalisi dengan parpol lain.
Hingga saat ini, PDI-P telah menjajaki komunikasi politik dengan sejumlah parpol, antara lain Nasdem, PKB, PAN dan Golkar. Namun baru Nasdem yang secara resmi menyatakan dukungan kepada PDI-P. Diketahui, berdasarkan hitung cepat beberapa lembaga survey, Nasdem memperoleh suara sekitar 6 persen. (*)