Penumpang Lapor Dianiaya
Ini Kronologis Penumpang Lapor Dianiaya Petugas Lion Air
"Saya dipukuli dua kali dan sudah ada bukti visum RS AU bandara,"katanya.
Penulis: Hajrah | Editor: Suryana Anas
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -Salah seorang Penumpang Lion Air bernama Andi Zulfikar mendapat perlakukan kurang menyenangkan dari petugas Lion Air, Selasa (11/3/2014). Ia pun melaporkan kejadian ini ke Polsekta Bandara.
Kepada Tribun, ia mengatakan, ia mengaku dipukuli oleh petugas Lion Air di Gate Bandara 5 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 16.50 Wita. Berikut pengakuan Andi Zulfikar.
Pengakuan Andi, dirinya sedang menunggu boarding di satu cafe tepat di depan Gate 5 yang menjadi pintu keberangkatan menuju Denpasar sesuai rute yang tertera di tiket tersebut.
Andi akan menumpangi pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 0745. Disaat Andi menunggu boarding, kemudian terdengar panggilan pertama namun terdengar samar dan tidak ada lagi panggilan ke dua dan ketiga selaiknya peringatan keberangkatan.
Nama Andi kemudian disebut sebagai satu penumpang yang masih belum berada di pesawat, mendengar namanya dipanggil oleh operator. Andi kemudian bergegas menuju pintu gate 5 namun apes menimpanya petugas Lion Air yang diketahui bernama Harvey Mardian tiba-tiba mencegat dan melarang untuk masuk dengan alasan terlambat.
Andi kemudian tetap memaksa masuk sebab namanya masih terus dipanggil dan pintu pesawat menurutnya juga masih terbuka.
Disaat peristiwa saling cegat berlangsung ditambah perdebatan, tiba-tiba petugas berinisial Harvey tadi merangkul Andi dari bersama petugas lain bernama Richard Bandaso serta beberapa petugas lain mengeroyok dan memukul kepala hingga harus visum.
"Saya dipukuli dua kali dan sudah ada bukti visum RS AU bandara," katanya.
Andi bukan hanya kecewa karena ulah petugas yang tidak manusiawi namun sebagai pelanggan dirinya mengaku sangat dilecehkan karena tidak mendapat pelayanan justru perilaku premanisme.
Dalam kejadian tersebut penuturan Andi, dirinya sama sekali tidak melakukan perlawanan sebab ada sekitar empat petugas yang tiba-tiba mengeroyok ramai-ramai dan tak bisa dia halau sendirian.
Saat ini laporan Andi telah diproses di Polsekta Bandara dan belum ada penjelasan resmi terkait kasus ini dari pihak Lion Air hingga berita di turunkan. (*)