Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Penggunting Kiswah Kabah

Pengakuan Nurjannah Kenapa Menggunting Kiswah Ka'bah

Tidak banyak ji kodong Pak, guntingnya. Hanya sebesar jempol ini,

Editor: Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN -- Setelah tujuh hari enam malam mendekam di penjara  khusus wanita di Tan'im Mekah, Arab Saudi, hari Rabu (5/3) siang waktu Arab Saudi, jamaah umrah asal Pangkep, Hajjah Nurjannah Binti Amin Sadjo (56), dinyatakan bebas.

Hingga petang kemarin, bersama suamimnya Haji Miradj Bin Hamid Matto (62), Nurjannah masih dikarantina di kamar peristirahatan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), di Palestine Road, Jeddah, Arab Saudi.

Keduanya menunggu pemulangan ke Tanah Air. "Tiket awalnya Qatar Airlines, tapi karena staf KJRI Jeddah minta direct flight ke Makassar. Biar tidak singgah-singgah, makanya kita booking tiket Garuda," kata Nuluddin Alwi (38), Direktur Alfit Tour, biro travel dari Konsorsium Dava di Jakarta, tadi malam.

Nurjannah mengemukakan tindakan menggunting kain kiswah untuk memperoleh berkah dan kesembuhan cucunya di Bungoro, Pangkep, sudah berusia 4 tahun namun belum bisa berbicara.

"Dengan meminum air yang dicelupkan potongan kain Kiswah itu, saya berharap cucu saya bisa bicara. Tidak banyak ji kodong Pak, guntingnya. Hanya sebesar jempol ini," kata Nurjannah, seperti dikutip salah seorang staf KJRI di Jeddah, Fauzy Chusny di akun media sosial yang diperoleh Tribun.
Kisah pengakuan  Nurjannah selengkapnya baca di Tribun Timur Edisi Kamis (6/3/2014)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved