Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Penggunting Kiswah Kabah

Pertama di Masjidil Haram, Kasus Nurjannah Sempat Diancam Hukuman Mati

KBRI mengaku cukup cemas. Ancaman hukuman yang mungkin akan diberikan kepada perempuan tamatan SMP itu bisa lebih berat.

Penulis: Mutmainnah | Editor: Thamzil Thahir

MAKASSAR, TRIBUN -- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.  Kerajaan Arab Saudi, saat mendapat laporan dari diplomat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, sempat kaget saat mendapat informasi soal tertangkap tangannya Nurjannah Binti Amin Sadjo (56), menggunting kain (Kiswah) selubung Ka'bah, Jumat (28/2/2014) lalu.

Pasalnya, kasus pengguntingan kain penutup Ka'bah ini diketahui merupakan kasus pertama yang terjadi dalam sejarah di Masjidil Haram. 

"Belum pernah ada kasus serupa yang dilaporkan sebelumnya," kata Pelaksana Konsuler KBRI Riyadh Susilo Wahyuntoro, dalam rilis yang diterima Redaksi, Rabu (5/3/2014).

Nurjannah dan suami, Haji Miradj Hamid, hingga petang ini, dilaporkan sudah bebas dari penjara umum Tan'im, dan masih dikarantina di ruang persinggahan KJRI Jeddah, untuk menunggu pemulangan ke Tanah Air, Kamis (6/3/2014).   

Dengan informasi itu, diplomat RI di negeri Kerajaan Arab Saudi, menjadi cemas. Pasalnya, tradisi pemasangan Kiswah adalah tradisi turun temurun yang dipeliharan Suku Quraish, garis keturunan Rasulullah Muhammad, hingga ke monarki Raja Arab kontemporer.

KBRI mengaku cukup cemas. Ancaman hukuman yang mungkin akan diberikan kepada perempuan tamatan SMP asal Pangkajene, Sulsel itu, bisa lebih berat.

Apalagi dalam penyedikan awal di Kantor Biro lnvestigasi dan Penuntut Umum Mekkah, kasus tersebut digiring ke arah sihir. Konsekuensi hukumannya yang sangat berat, yaitu hukuman mati.

Apalagi saat itu, katanya, tersangka sudah ada informasi Nurjannah tidak ditahan di penjara umum Tan'im, Mekkah, melainkan di penjara bawah tanah khusus wanita di Bariman, di perbatasan Mekkah dan Jeddah.

"Belum pernah ada kasus. Tapi justru yang berbahaya kalau kasusnya digiring ke sihir. Kita berharap tidak seperti itu. Kita giring untuk tidak sebagai jimat melainkan souvenir saja. semoga ini hanya kekhawatiran saya saja," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Tags
Nurjannah
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved