Pemilu 2014
PPL se-Makassar Ancam Mogok
Ketua Panwaslu Makassar, Amir Ilyas mengakui adanya riak-riak PPL yang mengancam mogok tersebut.
Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Suryana Anas
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Makassar mulai was-was. Pasalnya, sejumlah petugas pengawas lapangan (PPL) mengancam mogok kerja. Hal itu dilakukan terkait belum turunnya honor mereka selama dua bulan terakhir.
Ketua Panwaslu Makassar, Amir Ilyas mengakui adanya riak-riak PPL yang mengancam mogok tersebut. Amir menyebut hal ini riskan mengingat pemilu tinggal menyisakan 40 hari lagi.
Amir mengaku tak bisa berbuat banyak lantaran hal itu merupakan kewenangan pihak sekretariat. "Kami saja anggota Panwas juga belum terima gaji," ungkapnya.
Menanggapi rencana tersebut Bawaslu Sulsel meminta semua pengawas pemilu untuk bersabar.
"Hal ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Kami masih menunggu dari pusat," ujar ketua Bawaslu Sulsel Laode Arumahi.
Keterlambatan honor ini sudah kerap melanda pengawas pemilu. Hal itu karena setiap kegiatan di lembaga ini harus dipertanggungjawabkan dulu sebelum anggaran berikutnya diturunkan. (*)