Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musim Hujan, Penjual Payung dan Mantel Raih Rp 1 Juta Sehari

Hal tersebut dialami oleh sejumlah pedagang payung dan mantel hujan di Jl Borong Raya dan sekitar Jl Sultan Alauudin.

Penulis: Rasni | Editor: Ina Maharani

Laporan: Arny

Makassar, Tribun-timur.com -- Musim hujan tiba, sejumlah pedagang mendulang keuntungan cukup besar.

Hal tersebut dialami oleh sejumlah pedagang payung dan mantel hujan di Jl Borong Raya dan sekitar Jl Sultan Alauudin.

Pemasukan dari penjulana dua jenis barang ini bahkan diakui oleh salah seorang pedagang di Borong Raya Makassar, Fahmi, meraup Rp 900 - Rp 1 juta per hari sejak 23 November 2013 lalu.

“Selama ini kami memang menunggu musim hujan. Karena jika tiba musim hujan kami mendapatkan keuntungan bahkan tiga kali lipat dari biasanya,” kata Fahmi.

Dia menjelaskan, usha yang dirintis bersama seorang rekan kerja tersebut menawarkan payung dan mantel hujan dengan ragam model serta warna.

Sejalan dengan itu, salah satu penjualan mantel di Jl Sultan Alauddin, Abdul Kadir,  mengutarakan hal sama.

Jika setiap harinya ia hanya bisa mengantongi Rp 50-100 ribu per hari, kini bisa menjadi Rp 500 ribu - Rp 600 ribu per hari.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan musim hujan tahun lalu dimana penjualan menukik hingga Rp 370 ribu per hari. Hal tersebut, kata Kadir, kemungkinan karena bertambah banyak masyrakat yang mengendarai sepeda motor.

“Salah satu yang mantel yang paling diminati yakni mantel dengan bawahan rok sehingga memudahkan bagi mereka yang berjilbab,” jelasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved