Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Calon Presiden RI 2014

Politisi PDK dan Hanura Dorong Syahrul Nyapres

Adil Patu menilai Gubernur Sulsel dua periode tersebut memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi cawapres.

Editor: Suryana Anas

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel Adil Patu mendukung penuh wacana mendorong Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) RI pada pilpres 2014 mendatang.

Adil menilai Gubernur Sulsel dua periode tersebut memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi cawapres.

Adapun beberapa kriteria yang disebutkan legislator Sulsel tersebut yang dimiliki SYL.

Diantaranya, kata Adil Patu SYL adalah pakar pemerintahan dan sukses memimpin Sulsel selama ini.

Apalagi jabatannya saat ini adalah komandannya gubernur yakni Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

"Saya melihat beliau satu-satunya bibit muda strategis yang mewakili kawasan timur Indonesia (KTI). Kapasitasnya sudah ada pada level nasional," ujar Adil Patu, Kamis (3/10).

Adil menjelaskan, potensi orang Indonesia timur menjadi cawapres sangat besar bila dilihat dari segi geopolitik. Termasuk diantaranya mantan presiden RI Yusuf Kalla yang memiliki kans kuat kembali bertarung di Pilpres.

"Siapapun calon kuat yang benar-benar mau terpilih menjadi presiden, hanya dimungkinkan jika SYL pasangannya," kata mantan calon walikota Makassar ini.

Di Indonesia ini, jelas Adil, tidak ada gubernur yang prestasinya sangat paripurna seperti SYL.

Dia termasuk orang yang punya prestasi paripurna. "Saya kira, Pak SYL patut kita dukung dan dorong untuk menjadi cawapres," ujarnya.

Sementara Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel Mukhtar Tompo juga menyebut jika mantan Bupati Gowa dua periode tersebut berpeluang kuat bertarung menjadi orang nomor satu atau dua di negeri ini.

"Kami menganggap Pak Syahrul selaku figur muda dan energik di Sulsel sangat pantas berkiprah di tingkat nasional. Termasuk menjadi capres dan cawapres. Jika situasi politik nasional berubah. Semua memungkinkan bisa terjadi," kata politisi Hanura tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved