Pilwali Makassar

Direktur BSN Kok Tak Paham Teknis Pengolahan Data Surveinya?

Pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Haris kerap terlihat menumpangi mobil multi purpose van bergambar pasangan Adil-Isradi

Direktur BSN Kok Tak Paham Teknis Pengolahan Data Surveinya?
ist
Haris Baginda

Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pada Senin (12/8/2013) pukul 14.17 wita, tribun-timur.com menerima pesan singkat namun panjang, dari Haris Baginda, Direktur Biro Survei Nasional (BSN), lembaga survei lokal. Pesan dikirimkan melalui layanan BlackBerry Messenger. Melalui layanan ini pula, tribun-timur.com melakukan wawancara via teks.

Haris mengirim pesan berisi persentase yang diklaim sebagai hasil survei elektabilitas terkait pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar. Sebelum mengirim pesan hasil survei, pada Senin pagi, ia mengirim pesan berupa undangan menghadiri konfrensi pers di Media Center DPRD Sulsel. Tribun-timur.com tak memenuhi undangan tersebut.

Inilah pesan pertama diterima tribun-timur.com dari Haris soal hasil surveinya.

"Asw. TAMSIL membanyangi ADIL & SUKA utk berebut masuk diputarn kdua. Survei oleh Biro Survei Nusantara (BSN) ttg Pilwalkot Mks dilakukan tgl 1-6 Agstus 13, responden 1.000 org, dilakukan Multistage Random Sampling, Margin of Error 3%, tingkat kepercayaan 97%, Metode Wawancara dgn Kontrol Spot Chek. Jika Pilwalkot Mks di lakukan 11 Agstus 13 dipastikan msh dua putaran krn Elektabilitas sbb; Suka 16,3% dgn Adil 15,1%. Berikut Tamsil 11,2%, Rudal 9,7%, Noah 9,4%, Dia 9,1%, Muhyina 7,2%, Apiaty 3,8%, Herman 1,6% & Erwin 1,5%, sdangkn Massa Ngambang/Swing Votter msh 15,1%. Suka diuntungkn oleh Golkar & Adil diuntungkn oleh Program Listrik Gratisnya sehingga keduanya msh bertahan di papan atas. Smua Pasangn Kandidat msh punya Peluang Menang krn Swing Votter yg msh 15,1%. Pemilih msh dominan di Pengaruhi oleh Geopolitik & yg diuntungkn paket Bugis-Mks 30,1%, Mks-Bugis 21,3%, Bugis-Bugis 9,6%, Mks-Mks 6,7%, Mandar-Bugis 5,4%, Gorontalo-Mks 2,2%, Keturunan-Campuran 1,4%, dll 23,3%. Program yg diminati Pemilih Gratis Listrik 20,1%, Gratis Raskin 13,4%, Gratis Pendidikan 12,3%, Gratis Ksehtn 11,1%, Gratis BLT 9,6%, Gratis Pete2 8,1%, Bantuan 1M/Kel 7,4%, Bantuan Modal 10;t/KK 6,7%, Mks Bergerak 5,8%, Mks Bangkit 5,5%. Karakter Pemilih Idiologi 41,2%, Prakmatis 21,4%, Rasional 15,3%, Tradisional 11,6%, Abu Abu 10,5% Mohon disebarkan kesemua pihak utamanya Media. Was. Selamat IIdFit.. HarisBaginda/Dir BSN."

Setelah membaca data yang agak "membingunkan" itu, tribun-timur.com menanyakan, bagaimana cara mengolah data lapangan sehingga mendapatkan persentase demikian. Bocoran hasil survei yang beredar di kalangan jurnalis di Makassar dari dua lembaga survei terpercaya di Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia dan Saiful Mujani Research and Consulting sangatlah beda dengan hasil dipaparkan Haris.

Sebagai contoh, pasangan Adil-Isradi tak menempati posisi kedua jika berdasarkan hasil survei kedua lembaga survei tersebut. Pasangan Erwin-Hasbi Ali juga bukanlah yang terbawah. Begitu pula dengan posisi Danny-Ical, Tamsil-Das'ad, dan None-Busrah.

Haris yang selalu "jalan sendiri" memaparkan hasil surveinya menyebutkan, data tersebut diperoleh berdasarkan hasil olahan data primer melalui program komputer Microsoft Excel.

Mantan penggiat Himpunan Mahasiswa Islam ini enggan berpanjang lebar soal pengolahan datanya, begitu pula ketika ditanya soal tingkat kesahihan.

Soal olah-mengolah data, dirinya menyerahkan kepada putranya, Fikruddin, mahasiswa semester VII, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia.

"Sy lht anakku pakai di Eksel bro, sy kurang paham IT," ujarnya melalui pesannya. IT dimaksud adalah teknologi informasi.

Soal responden, BSN memilih nelayan, petani, kalangan pendidik, pedagang, pelajar, mubalig, pabentor (tukang becak motor), sopir, buruh, dan ibu rumah tangga. Mereka dipilih berdasarkan data pemilih tetap pemilihan wali kota dan wakil wali kota.

Terakhir, tribun-timur.com, menanyakan lagi soal kesahihan survei, apakah betul atau tidak. Tribun-timur.com meminta dikirimi foto dokumentasi saat survei berlangsung.

Melalui jawaban singkat, Haris hanya menjawab, "Wah haram sy, surveyor & nara sumber sy di Foto krn bisa bias. Nantipi bln dpn sy srnkn ke koordinator sy utk difoto2."

Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Haris pernah menjadi surveyor sekaligus anggota tim pemenangan Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) lalu hijrah ke Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang (Sayang).

Pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Haris kerap terlihat menumpangi mobil multi purpose van bergambar pasangan Adil-Isradi.(tribun-timur.com/edi)

Penulis: Edi Sumardi
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved