Calon DPD Sulsel
Banyak Dukungan Fiktif di Pemilihan DPD
hampir seluruh berkas dukungan bakal calon anggota DPD semuanya memiliki dukungan bermasalah setelah verifikasi faktual di tingkatan paling bawah.
Tayang:
Editor:
Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Yasdin
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar banyak menemukan dukungan fiktif saat verifikasi berkas dukungan bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) daerah pemilihan (dapil) Sulsel. Dari 30 bakal calon anggota DPD yang mengumpulkan bukti dukungan di Kota Makassar hampir seluruhnya menyetor dukungan bermasalah.
Ketua Kelompok Kerja (pokja) verifikasi berkas pencalonan calon anggota DPD KPU Makassar, Ahmad Nansum mengatakan, hingga batas akhir verifikasi, Kamis (6/6/2013) KPU Makassar banyak menemukan bukti dukungan bermasalah tersebut. Menurutnya, hampir seluruh berkas dukungan bakal calon anggota DPD semuanya memiliki dukungan bermasalah setelah verifikasi faktual di tingkatan paling bawah.
"Setelah kita melakukan verifikasi dukungan calon angggota DPD secara faktual, memang banyak dukungan yang sepertinya bermasalah dari para calon DPD. Hal itu berdasarkan laporan tim verifikasi berdasarkan sample yang telah ditunjuk. PPK (panitia pemilihan kecamatan) dan PPS (panitia pemilihan setempat) menemukan bukti dukungan yang seprti itu," kata Nansum, Kamis (6/6).
Nansum mencontohkan, dukungan fikitif atau dukungan bermasalah ini ditemukan berdasarkan sample dukungan yang telah ditetapkan KPU. Beberaa warga yang masuk dalam sample tidak berada di lokasi sesuai dengan alamat yang dimasukkan oleh para bakal calon senator. Beberapa diantaranya disebut Nansum bahkan orangnya tidak pernah berada di Makassar.
"Verifikasi yang kita lakukan itu benar-benar langsung mendatangi rumah warga yang ditetapkan berdasarkan sample. Saat kami mengunjungi rumah warga yang masuk sample ternyata orangnya tidak berada di tempat itu, alamatnya salah, bahkan ada juga orangnya memang tidak ada. Jadi bukti dukungan yang seperti itu langsung kita jadikan sebagai bahan evaluasi," ujar Nansum.