Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Politisi dan Korupsi

Mengapa politisi cenderung korup?

Tayang:
Editor: Aldy


Budaya malu dan berbudi inilah yang mestinya di lembagakan dalam dunia politik negeri ini. Agar politik tidak sekedar sebagai ajang mencari keuntungan dan kekayaan. Tanpa penguatan aspek budaya dalam dinamika politik liberal seperti saat ini, maka prilaku korupsi semakin hari pasti akan terus bertambah.

Perubahan Prespektif dari penindakan menuju pencegahan, seharusnya  diisi dari penggalian nilai kultural kebangsaaan  diatas. Nilai-nilai sebenarnya ada dan hidup ditengah masyarakat yang semakin hari tergerus oleh sistim demokrasi liberal yang cenderung populistik dan mendewakaan kehidupan materialistik.  

Mungkin untuk memulai membangun budaya politik yang antisipatif terhadap korupsi mesti dimulai dari membaca  sajak taufik Ismail. Di Republik Rakyat Tiongkok koruptor di potong kepala, di  Arab Saudi koruptor di potong tangan. Di Indonesia koruptor di potong masa tahanan.  (*)

Oleh;
Rahmad M Arsyad
Direktur Riset IDEC

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved