Citizen Reporter

Jumatan di Masjid Agung Semarang

Jumatan di Masjid Agung Semarang

Jumatan di Masjid Agung Semarang
Penulis dengan latar belakang Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah
Laporan: Bahrul Ulum Warga Makassar, Melaporkan dari Semarang

SELAIN dikenal dengan nuansa sejarahnya, Kota Semarang dikenal juga dengan nuansa religinya, antara lain hadirnya bangunan megah Masjid Agung kota Semarang.

Di sela mengikuti workshop kewirausahaan di kota Semarang (24-29 Maret 2013), ditemani keluarga di Semarang saya pun menyempatkan untuk shoat jumat di masjid Agung yang merupakan masjid terbesar di Jawa Tengah.

Saya sangat kagum melihat areal kompleks masjd yang begitu luas dengan lahan parkir di bawah gedung yang sejuk dan nyaman. Di halaman luar, tampak bus-bus ukuran besar dari rombongan warga dari berbagai kota di Jawa berjejer rapi yang sengaja datang ke masjid Agung Semarang.

Menariknya lagi, tampak petugas masjid yang melayani jamaah, memandu tamu serta menjaga kebersihan masjid yang bekerja secara profesional seperti karyawan perusahaan besar.

Masjid yang dibangun pemda ini berada di  atas lahan lebih 2 Ha yang katanya berasal dari hibah salah seorang warga. Masjid Agung Semarang kini jadi asset daerah yang juga berfungsi sebagai tujuan wisata karena adanya tower berlantai 19 tempat warga bisa meneropong seluruh hiruk pikuk kota Semarang dan juga tempat rukyatul hilal.

Dari prasasti masjid tercantum bahwa mesjid ini dibangun sejak tanggal 6 September 2012 dan diresmikan pada tanggal 17 Nopember tahun 2006. Mesjid megah ini memiliki fasilitas yang lengkap seperti convention hall, kios suvenir, kios makanan, gedung perkantoran, perpustakaan, hotel, hingga menara pandang.

Yang menarik, masjid ini memadukan arsitektur Timur Tengah dan Roma tanpa melupakan ciri khas bangunan Jawa. Gaya Timur Tengah terlihat dari kubah dan empat mineratnya. Gaya bangunan Jawa terwakili dalam desain tanjung di bawah kubah utama. Sedangkan pengaruh Yunani jelas terlihat pada 25 pilar yang terletak di plaza utama.

Pilar-pilar berwarna ungu yang dipadukan dengan kaligrafi itu menyerupai bangunan Coloseum di Roma. Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan 6 payung hidrolik raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis.

Payung raksasa ini mengadopsi arsitektur Masjid Nabawi di Madinah yang biasanya digunakan pada hari-hari besar Islam atau saat lebaran. Masjid Agung Semarang adalah simbol karakter kota dan warganya yang tentunya diharapkan bisa menjadi mercusuar pembangunan peradaban masyarakat Islam di Jawa Tengah.(*/tribun-timur.com)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved