Korban Banjir Tinggal di Kandang Sapi
Hingga Rabu (27/2/2013), Sungai Batanghari yang meluap belum surut juga. Luapan air bah itu merendam sekitar 200 desa/kelurahan di Kota Jambi,
Kesukaran tak hanya terlihat di sekitar rumah. Pengemudi kendaraan bermotor juga kerepotan. Di Jalan Riau dan Jalan Mendawai, beberapa kendaraan bermotor antre untuk melewati banjir. Pengemudi melaju perlahan agar cipratan air tak mengenai warga sekitar. Mobil pun harus melintas bergantian.
”Banjir terjadi lebih kurang setiap lima tahun. Terakhir kali, banjir di Jalan Riau terjadi pada tahun 2008 dan berlangsung sekitar seminggu,” kata Ibar.
Solihin (33), warga Jalan Flamboyan, Palangkaraya, juga mengeluhkan banjir. Jalan di depan rumahnya tergenang dan tidak terlihat dasarnya sama sekali. Ia tidak bisa memperkirakan sampai kapan banjir terjadi. Jalan Flamboyan berada di tepi Sungai Kahayan yang belum diaspal. Jalur itu hanya berupa tanah yang dikeraskan.
Jika banjir surut, entah bagaimana keadaan jalan itu. Solihin berharap jalan itu bisa lebih ditinggikan. ”Agar kendaraan bermotor bisa lewat. Tak seperti sekarang, jalan mudah terendam,” ujarnya.
Rasyid Isa (66), warga Jalan Mendawai, menambahkan, banjir mengganggu aktivitas perekonomian. ”Pengantar barang bolak-balik ke Pasar Kahayan. Kalau banjir, kendaraan pengangkut barang bisa terbalik,” tuturnya lagi.(*)