17 Cerita Pendek Karya Lily Yulianti di Hari Bapak
Buku keempat setelah Makkunrai (2008), Maiasaura (2008), dan terjemahan bahasa Inggris
Penulis: Waode Nurmin |
Dari urusan tepung terigu sampai misi kemanusiaan di Ramallah. Hampir semua tokoh utama adalah perempuan dari beragam usia,ras, budaya dan agama.
Mereka bergelut dengan pencarian jati diri, ketimpangan gender,
cinta segitiga, hingga masalah-masalah sosial politis yang kerap
menjadikan perempuan sebagai objek. Dilatari ilustrasi yang indah dan
detail cerita yang unik, Lily Yulianty Farid menampilkan suara-suara
perempuan paling jernih dalam meneriakkan kegelisahan, kemarahan dan
perlawanan terhadap ketidakadilan yang kerap terjadi dimanapun mereka
berada.
Dalam peluncuran bukunya di d'Juku Resto, Wisma
Kalla, Jl Dr Sam Ratulangi, Makassar, Minggu (02/09/2012), mahasiswi program
doktoral Merlbourne
University, Australia, ini mempersiapkannya sejak tiga bulan lalu.
"Hampir
semua cerita pendek yang ada di buku ini merupakan cerpen yang sudah
pernah saya tulis dan terbit di Tempo dan Media Indonesia, dan ada juga
beberapa yang baru,"ujar mantan wartawati Kompas ini.(*)