Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

EURO 2012

Spanyol Meretas Sejarah Treble

Spanyol Meretas Sejarah Treble

Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM--Spanyol memastikan tiket final Piala Eropa 2012 dengan mengalahkan Portugal di babak semifinal lewat adu penalti dengan skor 4-2 di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, Kamis (28/6/12) dinihari.

Lolos ke final Euro ini, membawa La Furia Roja selangkah lagi tampil sebagai satu-satunya negara yang mampu menjuarai tiga turnamen internasional secara beruntun. El Matador sebelumnya menjadi juara Euro 2008 dan Piala Dunia 2010.

Bahkan Timnas Brasil, yang sudah lima kali juara dunia, hingga kini tak mampu meraih tiga gelar beruntun, treble. Mereka memang pernah Juara Dunia dua kali beruntun pada edisi 1958 dan 1962, namun saat itu, Selecao tak mampu berprestasi di ajang Copa America.

Selain berpeluang merebut treble, Spanyol juga bersiap mengukir sejarah baru sebagai tim pertama yang mampu menjadi juara beruntun di Piala Eropa. Sejak 1960, belum ada juara bertahan yang bisa melakukan back to back.

Dua tim juara bertahan yang kemudian sukses lolos ke final adalah Uni Soviet (kini Rusia) pada 1964 dan Jerman (Barat) pada 1976. Namun keduanya kalah hingga puas sebagai runner up?

Bagi Spanyol, partai puncak pada Senin (2/7/12) dinihari di Kiev, Ukraina, akan menjadi final keempat mereka di Piala Eropa. Dari tiga final, Spanyol memenangi dua.

Dengan tiket final sudah di tangan, membuat Iker Casillas dkk semakin termotivasi bisa mengukir sejarah baru. "Sebuah harapan jadi juara di tiga kompetisi internasional di depan kami," kata Casillas dilansir uefa.com.

Tak hanya mengejar status treble winner, Spanyol juga mengejar raihan tim Jerman yang hingga Euro 2012 ini tercatat sebagai tim dengan koleksi gelar juara Piala Eropa terbanyak, tiga gelar. Spanyol baru dua kali juara Eropa dari tiga kali ke final --belum termasuk 2012 ini.

Final pertama Spanyol terjadi pada 1964 ketika mereka menjadi tuan rumah. Spanyol yang diarahkan oleh Jose Villalonga menghadapi Uni Soviet yang kala itu diperkuat oleh kiper legendaris mereka, Lev Yashin.

Gelandang Andres Iniesta mengatakan bahwa musuh mereka untuk bisa menjadi juara adalah diri mereka sendiri. Hal ini berangkat dari beragam cobaan yang mereka alami sejak babak penyisihan.

"Dari seluruh perjalanan kami di penyisihan hingga final, kami kerap mendapat masalah dari diri kami sendiri. Tidak jarang kami mendapat peluang yang sangat bagus, tapi terbuang percuma. Kita harus meminimalisir hal itu di laga final," kata Iniesta.

Saat ini, Spanyol bersama Yunani menjadi negara terparah di Uni Eropa yang mengalami krisis ekonomi. Banyak pengangguran akibat bangkrutnya perusahaan-perusahaan dari dampak krisis dunia yang sebelumnya menghantam Amerika Serikat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved