Euro 2012
Head to Head Pemain Italia vs Inggris
Pertarungan antara Italia dan Inggris di babak perempat final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (25/6/2012) dini hari
Kubu Italia
Antonio Cassano: Ia
terpilih menjadi pemain terbaik ketika Italia menang 2-0 atas Irlandia
dalam laga terakhir Grup C. Hal itu berkat instingnya menyambut sepak
pojok Andrea Pirlo dengan sundulan yang mengecoh kiper Shay Given.
Kiprah striker AC Milan itu dalam Piala Eropa 2012 tergolong luar biasa
mengingat enam bulan silam Cassano divonis menderita stroke ringan. Ia
berhasil meyakinkan Pelatih Italia Cesare Prandelli berkat penampilan
impresifnya bersama ”Rossoneri”. Cassano bisa berfungsi sebagai bomber
ataupun penyerang lubang karena kepiawaiannya mengumpan dan menggocek
bola.
Andrea Pirlo: Ia memiliki visi bermain yang nyaris sempurna. Banyak kalangan yang menyandingkan kemampuannya dengan pengatur permainan Barcelona dan Spanyol, Xavi Hernandez. Di Piala Eropa 2012, Pirlo telah mencetak satu gol dan berandil besar atas gol Antonio di Natale dalam laga pembuka Grup C melawan Spanyol. Pirlo menciptakan gol lewat tendangan bebas saat Italia bermain imbang 1-1 dengan Kroasia. Mengawali karier di Brescia, Pirlo lalu menjadi playmaker andal saat AC Milan dilatih Carlo Ancelotti. Setelah 10 tahun bersama ”Rossoneri”, Pirlo bergabung dengan Juventus dan meraih scudetto, sebutan gelar juara Serie A, musim lalu.
Leonardo Bonucci: Absennya bek sentral Giorgio Chiellini menjadi berkah bagi pemain asal Bari ini. Bonucci berkesempatan unjuk gigi mengomando lini belakang Italia saat menghadapi Inggris di babak perempat final. Meski postur tubuhnya tak terlalu kekar, Bonucci berani berduel dengan striker lawan. Saat klubnya, Juventus, menjamu AC Milan, Oktober 2011, Bonucci sukses meredam pergerakan striker Zlatan Ibrahimovic. Di bawah polesan Cesare Prandelli, kemampuan Bonucci semakin berkembang. Ia berperan besar menjaga soliditas lini belakang ”Gli Azzurri” yang baru kemasukan dua gol dari tiga laga.
Gianluigi Buffon: Ia memulai debut sebagai penjaga gawang ketika Italia menang 2-1 atas Rusia pada 28 April 1993. Sejak saat itu, kiper Juventus itu menjadi andalan nomor satu di bawah mistar gawang ”Gli Azzurri”. Kelebihan Buffon adalah piawai membaca arah bola dan memiliki refleks di atas rata-rata. Buffon berperan besar atas sukses Italia menjuarai Piala Dunia 2006 ketika mengalahkan Perancis, 5-3 (1-1), lewat drama adu penalti. Saat bek Italia, Fabio Cannavaro, pensiun, Buffon didaulat menjadi kapten Italia. Jumlah penampilannya bersama Italia telah melampaui 112 kali, pencapaian seniornya, Dino Zoff.
Kubu Inggris
Wayne Rooney: Ia
siap kembali beraksi. Setelah menjalani larangan bermain di dua laga,
Rooney langsung menyumbang gol saat bertemu Ukraina di partai terakhir
Gruo D Piala Eropa. Gol itu pula yang membawa kemenangan Inggris 1-0,
sekaligus menjadi juara Grup D. Kemampuan Rooney sudah tak diragukan
lagi sebagai pencetak gol. Apalagi, striker Manchester United ini
mengaku dalam kondisi prima dan kepercayaan diri yang tinggi. Ia
bertekad tak mau gagal lagi di ajang internasional. Jika diduetkan
dengan Danny Welbeck, ini akan menjadi pasangan menakutkan bagi Italia.
Apalagi, mereka sudah saling kenal karena satu klub.
Steven Gerrard: Inggris tidak akan pernah berjalan sendirian karena ada Steven Gerrard di sentral lapangan. Kapten yang bermain bagi Liverpool itu menerjemahkan sempurna keinginan Pelatih Inggris Roy Hodgson yang pernah menanganinya di ”The Reds”. Dalam tiga laga terakhir, Gerrard adalah inspirasi ”Tiga Singa”. Ia juga yang mengirim umpan matang kepada Wayne Rooney dan mengembalikan kepercayaan publik kepada striker Manchester United itu seusai mencetak gol tunggal ke gawang Ukraina. Gerrard mengumpan, bertahan, dan bila perlu mencetak gol. Ia paket komplet Inggris.
Joe Hart: Dia kiper terbaik Liga Inggris dua musim berturut-turut yang kini membela Manchester City. Hart yang beroleh predikat Golden Glove untuk musim 2010/2011 dan 2011/2012 akan menjaga mistar gawang Inggris dengan motivasi tinggi. Respons penyelamatan Hart terbilang cepat. Ia juga selalu tampil tenang dan kerap membuat penyelamatan gemilang dari sejumlah tembakan jarak jauh. Namun, Hart cenderung lemah bila serangan dilakukan rekan seklubnya. Itu terbukti ketika Samir Nasri menjebol gawangnya ketika ”Tiga Singa” imbang 1-1 melawan Perancis.
Joleon Lescott: Ia berperan signifikan bagi Inggris ketika mencetak gol pertama ”Tiga Singa” pada putaran final Piala Eropa 2012 dalam laga versus Perancis yang berakhir 1-1. Lewat tandukannya, bek tengah Manchester City itu membuktikan bahwa ia juga bernaluri mencetak gol. Hal yang sama dilakukannya saat melesakkan gol tunggal ke gawang Aston Villa untuk memastikan keunggulan City, Februari lalu. Kini, Lescott punya tugas berat meredam agresivitas Mario Balotelli, rekan seklubnya yang menjadi tukang gedor Italia. Pasak pertahanan berusia 29 tahun itu punya kecepatan memotong umpan silang.(*)