Piala Indonesia
PSM Vs Madiun Putra, Panpel Tak Turunkan Harga Tiket
PSM Vs Madiun Putra, Panpel Tak Turunkan Harga Tiket
Penulis: Ilham Mulyawan | Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pertandingan leg kedua babak kedua Piala Indonesia 2012 antara PSM Makassar melawan Madiun Putra di Stadion Mattoangin, Rabu (18/4) pukul 19.30 wita malam ini, diperkirakan sepi penonton. Pasalnya, nilai jual Piala Indonesia masih kurang menarik bagi pencinta PSM Makassar.
Selain itu, harga tiket pertandingan yang diberlakukan panpel sama dengan harga tiket pertandingan Liga Prima Indonesia. Yakni Rp 75 ribu untuk tribun VIP, Rp 35 ribu untuk tribun tertutup utara dan selatan serta Rp 15 ribu untuk tribun terbuka. Tentu saja, harga ini masih cukup mahal jika diukur dari kelas kompetisi pertandingan ini.
Manager Commercial sekaligus Ketua Panpel Pertandingan PSM, Anno Suparno, mengatakan, semula harga tiket melawan Madiun Putra diusulkan lebih murah dibanding harga tiket pertandingan LPI. Tetapi, Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM, Rully Habibie, menolaknya dengan alasan klub akan merugi.
Sejumlah pencinta PSM yang dihubungi Tribun rata-rata mengeluarkan komentar yang hampir sama terkait harga tiket yang tak diturunkan ini. Menurut mereka, mestinya panpel menurunkan harga tiket.
Sebab, Piala Indonesia adalah kompetisi kelas dua. Selain itu, lawan yang dihadapi PSM adalah tim yang tidak nyaris tidak dikenal oleh publik sepakbola Indonesia.
"Kalau mau ramai, mestinya harga tiket turun. Kalau bicara soal rugi, maka PSM akan lebih rugi kalau pertandingan hanya ditonton sedikit orang. Mestinya harga tiket murah tapi penonton banyak, bukan harga tiket mahal dengan jumlah penonton minim?" ujar Wardi, pencinta PSM di Jalan Cendrawasih.(*/tribun-timur.com)
Selain itu, harga tiket pertandingan yang diberlakukan panpel sama dengan harga tiket pertandingan Liga Prima Indonesia. Yakni Rp 75 ribu untuk tribun VIP, Rp 35 ribu untuk tribun tertutup utara dan selatan serta Rp 15 ribu untuk tribun terbuka. Tentu saja, harga ini masih cukup mahal jika diukur dari kelas kompetisi pertandingan ini.
Manager Commercial sekaligus Ketua Panpel Pertandingan PSM, Anno Suparno, mengatakan, semula harga tiket melawan Madiun Putra diusulkan lebih murah dibanding harga tiket pertandingan LPI. Tetapi, Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM, Rully Habibie, menolaknya dengan alasan klub akan merugi.
Sejumlah pencinta PSM yang dihubungi Tribun rata-rata mengeluarkan komentar yang hampir sama terkait harga tiket yang tak diturunkan ini. Menurut mereka, mestinya panpel menurunkan harga tiket.
Sebab, Piala Indonesia adalah kompetisi kelas dua. Selain itu, lawan yang dihadapi PSM adalah tim yang tidak nyaris tidak dikenal oleh publik sepakbola Indonesia.
"Kalau mau ramai, mestinya harga tiket turun. Kalau bicara soal rugi, maka PSM akan lebih rugi kalau pertandingan hanya ditonton sedikit orang. Mestinya harga tiket murah tapi penonton banyak, bukan harga tiket mahal dengan jumlah penonton minim?" ujar Wardi, pencinta PSM di Jalan Cendrawasih.(*/tribun-timur.com)