Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konflik Internal PSSI

Ponaryo: Jangan Bedakan Pemain ISL-IPL

Ponaryo: Jangan Bedakan Pemain ISL-IPL

Tayang:
Editor: Muh. Irham

PALEMBANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Gelandang Sriwijaya FC Ponaryo Astaman berharap dualisme kompetisi dalam sepak bola nasional dapat segera diselesaikan. Ia berharap KPSI dan PSSI bisa duduk satu meja, menekan egoisme masing-masing dan mencari solusi terbaik dengan serius.

"Ini pendapat saya pribadi ya sebagai pemain sepak bola, ini terjadi karena beda prinsip antara PSSI dan KPSI. Kedua belah pihak (semestinya) duduk satu meja dan mencari penyelesaiannya secara serius serta yang terbaik," kata Ketua Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) tersebut, Minggu (1/4/2012).

Kapten tim Sriwijaya FC itu menegaskan, para pemain tidak memiliki kapasitas untuk mencampuri penyelesaian masalah ini. Untuk itu, pemain menyerahkan masalah ini kepada kedua kubu yang bertikai. Mereka berharap masalah ini diselesaikan secara damai sehingga mereka tidak terus-menerus menjadi korban pertikaian kedua kubu.

"Sudah seharusnya KPSI dan PSSI memikirkan nasib pemain profesional, baik yang ada di ISL maupun IPL, tanpa dibedakan," katanya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin mengatakan, para pemain dan klub akan mengalami kerugian besar jika masalah yang tak kunjung usai ini berakhir dengan dikeluarkannya sanksi dari FIFA untuk Indonesia. Ia menegaskan bahwa PSSI akan melakukan rekonsiliasi kembali terhadap klub-klub yang terlibat dalam Indonesia Super League (ISL) hingga batas waktu penyelesaian konflik yang ditetapkan oleh FIFA, yakni 15 Juni 2012.(*/tribun-timur.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved