Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konflik Internal PSSI

PSSI Ingatkan KONI Tak Campuri PSSI

PSSI Ingatkan KONI Tak Campuri PSSI

Tayang:
Editor: Muh. Irham
JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengingatkan agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) tidak melanggar aturan FIFA dengan pernyataan ingin mengambil alih PSSI. Demikian Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyikapi sembilan keputusan KONI.

Niat KONI Pusat ingin mengambil alih PSSI memang terdapat dalam poin keenam yang menyebutkan, “Jika rekonsiliasi antara PSSI dan KPSI tidak terselesaikan, KONI sebagai induk organisasi olahraga yang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan pembinaan organisasi dan prestasi olahraga bola di Indonesia akan mengambil alih sementara kepengurusan olahraga sepak bola Indonesia hingga digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB), sebagaimana diatur dalam Statuta KONI Pasal 30 Ayat 9.”

Djohar mengatakan, PSSI sangat menghormati anjuran KONI selama tidak bertentangan dengan ketentuan yang ada. Namun, KONI, lanjut Djohar, tidak boleh menabrak aturan PSSI dan FIFA.

“PSSI punya aturan. Presiden sudah menyampaikan bahwa campur tangan pemerintah dalam hal ini akan menyebabkan sanksi kepada PSSI. Dengan adanya intervensi dari KONI, ini menunjukkan bahwa KONI tidak mengerti statuta. KONI seharusnya tidak boleh melakukan intervensi sebab FIFA tidak suka adanya intervensi,” ungkap Djohar Arifin Husin di Lapangan Buperta, Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (15/3/2012).

“KONI memiliki anggaran dasar. Namun, seharusnya tidak bertentangan dengan PSSI atau FIFA. Kami tidak menafikan anjuran KONI selama tidak bertentangan dengan ketentuan yang sah,” lanjutnya

Senada dengan Djohar Arifin Husin, pengamat sepakbola nasional Rayana Zakasurya mengatakan FIFA yang merupakan induk dari PSSI tidak merespon ada campur tangan dari pihak di luar sepakbola yang ingin mengambil alih PSSI.

"Silahkan saja KONI Pusat mengambil alih kemudian membentuk PSSI lain lagi sementara FIFA sendiri tetap mengakui kepengurusan Djohar Arifin Husin dan kawan-kawan yang merupakan pengurus yang sah berdasarkan statuta FIFA hasil kongres di Solo pertengahan tahun lalu," ungkap Rayana Zakasurya dihubungi melalui telepon selulernya, semalam.

Menurut Rayana, KONI mengeluarkan pernyataan ingin mengambil alih PSSI akibat terlalu merespon berlebihan kelompok yang sedang ingin masuk ke dalam kepengurusan PSSI. Pengurus PSSI ini diakui Rayana tidak ada masalah di dalam organisasinya. Saat ini diakui Rayana Zakasurya hanya ada KPSI yang ingin menggusur kepengurusan PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin.

"Jika KONI Pusat sudah mengeluarkan pernyataan akan mengambil alih PSSI, itu kan berarti sudah mencampuri urusan organisasi PSSI, FIFA tak akan menerima hal itu, KONI itu bukan organisasi sepakbola, tentu tidak akan mendapat respon jika melaporkan bahwa pihaknya sudah mengambil alih PSSI. Mungkin FIFA akan bertanya, siapa anda KONI? Apakah anda organisasi sepakbola?," papar Rayana.

Menurut Rayana, KONI itu organisasi yang membawahi cabang-cabang olahraga di tanah air. "Silahkan KONI mendengarkan permasalahan dari pengurus PSSI, toh PSSI itu kan anggotanya. Nah, jika KPSI minta diperhatikan oleh KONI Pusat, memangnya KPSI itu induk olahraga apa? Saya baru dengar ada induk olahraga KPSI, setahu saya ada PBSI, PSSI, PGSI, PJSI, PGI dan lain-lainnya yang merupakan anggota dari KONI," urai Rayana lagi.(*/tribun-timur.com)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved