Breaking News:

Gubernur: Siapa Permasalahkan Hotel Rinra?

Gubernur: Siapa Permasalahkan Hotel Rinra?

Editor: Muh. Irham
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersikukuh
telah melalui semua tahapan yang sah sebelum penandatanganan nota kerjasama (PKS) pembangunan Grand Rinra Hotel and Convention antara Pemprov Sulsel dengan PT Makassar Phinisi Seaside.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang dimintai komentarnya merasa tidak perlu untuk mengomentari kritikan dari legislator di DPRD Sulsel yang mempermasalahkan proses penandatanganan tersebut. Baginya, persoalan tersebut tidak perlu untuk dipermasalahkan dan
dibesar-besarkan.

"Ndak perlu dijawablah, kata siapa dipermasalahkan? Siapa yang permasalahkan? Nanti saya coba cek (siapa yang permasalahkan)," kata Syahrul bergegas menuju mobilnya saat dicegat usai mengikuti
pelantikan pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sulsel di Grand Hotel Clarion, Makassar, Kamis (12/1/2012).

Ditemui sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar yang dimintai komentarnya pun enggan berkomentar dengan alasan tidak mengetahui permasalahan dan baru datang dari dinas luar kota.

"Saya tidak tahu apa masalahnya, coba tanya sama Sekda, saya baru datang dari daerah," kata Agus, Rabu (11/1). Ditemui terpisah, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel, Muhammad Firda berkeyakinan apa yang dilakukan pemprov sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.

"Kami yakin tidak ada yang salah, mengacu pada Permendagri Nomor 17 tahun 2007, memang hanya menyampaikan kepada DPRD, bukan meminta persetujuan dari DPRD. Kami sudah menyampaikan sebanyak dua kali, jadi apa lagi yang mereka (DPRD) permasalahkan," kata Firda.

Beberapa pertimbangan lainnya, pemprov pun telah melalui proses pelelangan sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 yang diikuti oleh lima perusahaan.
Tiga dari lima perusahaan peserta lelang Hotel Rinra yakni PT. Makassar Phinisi Seaside yang penawaran 20 persen saham equivalent untuk pemprov, PT. Fajar Wisata Hotelindo menawarkan 18 persen, dan PT Angin Mammmiri Hotel 15 persen.

"Karena penawaran dari PT Makassar Phinisi Seaside yang paling tinggi maka itu pemenangnya. Di aturannya kan begitu," kata Firda. Ia menambahkan, hasil kajian Pemprov Sulsel, aset tanah milik Pemprov Sulsel di area Celebes Convention Center, Kawasan Tanjung Bunga, Makassar ditaksasi sebesar Rp 56,6 miliar atau sebesar 19,45 persen dari total investasi.

Total investasi untuk pembangunan hotel tersebut sebesar Rp 290,9 miliar sedangkan pihak investor, dalam hal ini PT Makassar Phinisi Seaside menanamkan investasinya sebesar Rp Rp 234,3 miliar. (*/tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved