Polemik Ketua DPRD Makassar
Gubernur Tidak Level Urus Ketua DPRD Makassar
Gubernur Tidak Level Urus Ketua DPRD Makassar
Urusan itu, menurutnya tidak selevel dengan jabatannya saat ini. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menegaskan hanya akan mau mengurusi persoalan politik yang besar-besar dan meminta untuk berhenti berpolemik tentang persoalan politik yang kecil-kecil.
"Terlalu kecil untuk seorang gubernur urus itu, kecil sekali. Urusannya ji itu yang biasa bicara-bicara itu. Kasih saya mengurus yang besar-besar, berhentilah dengan cara-cara berpolitik yang kecil-kecil," kata Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (9/11/2011).
Meski rapat pleno di DPD II Golkar Makassar mengusulkan Farouk Mappaseling Betta sebagai pengganti mantan Ketua DPRD Makassar, Ince Adnan Mahmud yang meninggal dunia beberapa bulan lalu, namun rupanya nasib Farouk tak kunjung menemui titik terang.
Awalnya Syahrul mengatakan, nasib Farouk diserahkan sepenuhnya kepada DPP dengan pertimbangan posisi seorang Ketua DPRD setara dengan kepala daerah sehingga pengambilan keputusannya harus dilakukan oleh DPP.
Namun belakangan, Syahrul mengatakan kelanjutan "drama" pergantian posisi Ketua DPRD Makassar dikembalikan oleh DPP kepada tim tujuh Golkar Sulsel untuk menanganinya.
"Keputusan untuk mengembalikan ke DPD setelah Rapim beberapa hari lalu, sekarang ditangani tim tujuh," kata salah seorang anggota tim tujuh yang juga Koordinator Wilayah Golkar Makassar, Yagkin Padjalangi, Rabu (9/11).
Tim tujuh ini terdiri dari perwakilan unsur Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Ketua Bidang Oganisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Koordinator Wilayah Golkar Makassar, dan Ketua Bidang Hukum. (*/tribun-timur.com)