Pilkada Sulbar
Salim Siap Lawan Kecurangan, AAS Salah Baca Test Ikrar
Salim Siap Lawan Kecurangan, AAS Salah Baca Test Ikrar
MAMUJU, TRIBUN-TIMUR.COM - Pasangan calon Gubernur Sulawesi Barat Salim S Mengga menyatakan kesiapannya melawan segala bentuk kecurangan dalam Pilkada Sulbar yang digelar 10 Oktober mendatang.
Hal ini disampaikan Salim di atas mimbar politik saat membacakan ikrar kampanye damai di hadapan dua rival politiknya serta ribuan massa pendukung masing-masing kandidat dan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar di anjungan pantai Manakkara Mamuju, Sulbar, Jumat (23/9/2011).
Legislator Komisi IX DPR RI ini dalam ikrar kampanye damai, mengatakan akan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai berdemokrasi yang sehat dalam rangka proses pembelajaran politik kepada masyarakat.
Bukan hanya itu Salim yang didampingi pasangannya yakni Abdul Jawas Gani mengaku akan berlaku santun dan edukatif dalam pelaksanaan pilkada tahun ini sesuai bentuk peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Ikrar bukan hanya sebagai slogan, namun ini berat pertanggungjawabannya di mata publik bahkan Tuhan, kala kita terpilih nantinya," tegas purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) ini.
Ketiga pasangan kandidat cagub dan cawagub yang maju di pentas demokrasi ini, saling bergantian berdiri diatas mimbar politik untuk membacakan ikrar kampanye yang ditetapkan oleh KPU Sulbar.
Tak berselang lama, giliran pasangan kandidat nomor urut 2 Anwar Adnan Saleh didampingi pasangannya yakni Aladin S Mengga malah salah membaca ikrar kampanye damainya.
Dalam poin ke 3 yang berbunyi, tidak akan melakukan money politik. Ia malah mengurangi kata "tidak" sehingga dirinya membaca dengan kalimat akan melakukan praktek politik.
Spontan perkataan yang disampaikan calon incumbent ini disambut teriakan oleh ribuan massa pendukung dua kandidat lainnya bahkan menaggapi dengan respon miring.
"Ini hanya kesalahan membaca, jangan diterjemahkan terlalu jauh," sanggah AAS dengan menggunakan mic yang disediakan panitia pelaksana kampanye damai.
Dalam orasinya, Ia tidak ingin muluk-muluk memberikan janji-janji apapun terhadap masyarakat Sulbar. Namun calon incumbent ini mengatakan, segala apa yang tertunda akan siap dijalankan ketika terpilih sebagai gubernur Sulbar nantinya.
"Menghadapi pilgub tahu ini, saya tidak akan berjanji apa-apa. Biarlah rakyat yang menilai perubahan itu. Sebab merekalah yang merasakan langsung," tandasnya.
Sementara Cagub pasangan nomor urut 3, Ali Baal Masdar yang juga Bupati Polman, mengaku dalam ikrar kampanye damai, Ia juga meminta agar santun dan edukatif dalam berkampanye yang digelar 24 September (hari ini). Bahkan memberikan pembelajaran kepada masyarakat cara berpolitik dengan sehat.
"Yang jelas apa yang diharapkan pasangan kandidat lainnya seperti itulah yang kami pinta,"ujar Ali Baal didampingi pasangannya Tashan Burhanuddin.
"Mestinya yang berikrar adalah pendukung. Sebab kalau kandidat, sudah pasti damai. Kita semua ini sama-sama mesa kande (satu rumpung). Jadi tidak perlulah sampai terjadi keributan," kata Bupati Polman dua periode ini.
Meski berbeda pilihan, ketiga kandidat meski tetap damai dan jangan saling memancing emosi yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dalam perhelatan akbar tahun ini.
"Yang jelas pertandingan ini haruis dikawal oleh wasit, layaknya permainan sepakbola, Sebab sudah pasti tidak akan tercipta Pilgub yang Malaqbi (santun dan edukatif) jika tidak ada pengawasan," sindir Ali Baal kepada Panwaslu Sulbar. (*/tribun-timur.com)