Breaking News:

Pinrang

Ikatan Guru Indonesia Pinrang Tolak Pemotongan Gaji 13

Ikatan Guru Indonesia Pinrang Tolak Pemotongan Gaji 13

Editor: Muh. Irham
PAREPARE, TRIBUN-TIMUR.COM -  Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pinrang, Abd Wahid Nara, menolak rencana pemotongan gaji 13 yang  diwacanakan pemerintah untuk pembangunan gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pinrang.

Wahid mengaku menolak wacana tersebut sebelum pemerintah setempat  benar-benar melakukannya. Informasi yang dihimpun setiap PNS nantinya akan dimintai sekitar Rp 250 ribu untuk pembangunan gedung tersebut.

"Kami rasa pemungutan tersebut tidaklah tepat. Mengingat saat ini guru sedang mempersiapkan biaya pendidikan anak mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memang ada guru yang sudah sertifikasi, tapi kan juga banyak yang belum," jelasnya.

Ia juga menambahkan, meski pemungutan tersebut sesuai dengan keputusan kongres, tetapi tetaplah harus disosialisasikan ke kalangan guru. "Apalah gunanya gedung sekretariat yang mewah, jika mutu dan kualitas guru kita tak bagus. Inilah yang harus diprioritaskan," lanjutnya

Menurutnya, seharunsya pemerintah justru lebih fokus memperbaiki tunjangan guru, bukannya memotong gaji guru untuk pembangunan fisik." Lebih baik mencari dana lain dibanding memotong gaji guru," ujarnya.

Bagi Wahid, bangunan apapun bisa didirikan, jika memang gaji guru diharapkan. Akan tetapi, menjadi sebuah prestasi apabila PGRI mampu memperjuangkan anggaran melalui APBD, APBD tingkat I dan Pusat ataupun tokoh-tokoh Pinrang yang sukses di luar daerah.

 "Janganlah hanya gaji guru yang selalu dihitung. Baru-baru ini saja, kita bangun menara masjid dari potongan gaji guru, sekarang bangunan sekretariat juga diharapkan dari gaji guru, padahal pembangunan fisik itu membutuhkan dana Rp1 Milliar," tutup Wahid.(*/tribun-timur.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved