Liga Super Indonesia
Gol Kontroversi Menangkan Persela
Gol KOntroversi Menangkan Persela
LAMONGAN, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah gol kontroversial mengantarkan kemenangan Persela Lamongan atas tamunya Deltras Sidoarjo 1-0 pada laga lanjutan Liga Super Indonesia di stadion Suradjaya Lamongan, Sabtu (2/4/2011).
Satu-satunya gol Persela diciptakan Aris Alfiansyah menit ke-79. Gol itu menuai protes dari para pemain Deltras, termasuk Danilo Fernando, Cristiano Lopez, Marcio Souza, dan Steven Hesketh. Sebelum tercipta gol, wasit Oky Dwi Putra meniup peluit karena ada pemain Deltras hands ball.
Tetapi wasit juga mengesahkan gol itu sehingga memantik protes pemain Deltras. Protes pemain membuat pertandingan terhenti sekitar 10 menit. Beruntung pelatih Deltras, Mustakim, berhasil membujuk anak asuhnya agar melanjutkan pertandingan dan menghargai keputusan wasit.
Jimmy Suparno nyaris menambah gol bagi Laskar Joko Tingkir, julukan Persela. Tetapi tendangan Jimmy berhasil ditepis penjaga gawang Deltras, Usman Pribadi dan hanya menghasilkan tendanan pojok.
Deltras yang berjuluk The Lobster juga hampir membalas gol saat terjadi kemelut di depan gawang Persela di menit-menit akhir pertandingan. Tetapi Steven Hesketh dinilai melakukan pelanggaran lebih dulu terhadap penjaga gawang Persela, Choirul Huda. Gol itu dianulir wasit.
Asisten Pelatih Deltras, Nus Yadera menyatakan Persela bertahan dengan baik di akhir pertandingan. Dia menyayangkan wasit meniup peluit saat ada pemain hands ball. "Tapi anehnya wasit juga mengesahkan gol sehingga pemain Deltras sempat mogok," katanya.
Pelatih Persela, Subangkit menuturkan soal gol yang diprotes itu keputusan wasit, begitu gol Deltras yang dianulir karena ada pelanggaran lebih dulu. Menurut Subangkit pemain Deltras menumpuk pemain di belakang sehingga menyulitkan daya dobrak anak asuhnya. "Babak kedua kami coba bermain sabar. Kami bersyukur bisa menang," katanya.
Menurut Subangkit, permainan Persela kurang solid, karena Gustavo Fabiano Lopez dan Hendro Siswanto kurang padu di lini tengah. Biasanya Gustavo tendem dengan I Gede Sukadana yang sudah padu, tapi Sukadana tidak boleh main karena akumulasi kartu kuning.
"Pada pertandingan selanjutnya Zulham dan Charis Yulianto juga kena akumulasi kartu," kata Subangkit.
Pada pertandingan sebelumnya di kandang Deltras 29 Januari lalu, Persela kalah dengan skor 0-2.(*)