Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSSI

Toisutta: Saya Lebih Terhormat dari Nurdin

George Toisutta berang dituduh berada di belakang semua demonstransi penolakan Nurdin Halid sebagai calon ketua Umum PSSI 2011-2015

Jakarta, Tribun - Jenderal TNI AD George Toisutta berang dituduh berada di belakang semua demonstransi penolakan Nurdin Halid sebagai calon ketua Umum PSSI 2011-2015 di seluruh Indonesia.
"Ini tuduhan yang sangat keras. Ngapain saya melakukan hal itu. Saya orang terhormat, Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Jauh lebih terhormat dari dia (Nurdin Halid). Saya tidak pernah menyerang siapa pun. Tapi jika ada yang menyerang duluan, saya akan luruskan," kata Toisutta, di Jakarta, Jumat (4/3).
Menurutnya, demonstrasi besar-besaran menuntut Nurdin dan kroni-kroninya lengser dari PSSI akibat kekecewaan publik pencinta sepakbola terhadap kinerjanya selama ini. "Unjuk rasa itu murni akrena rasa kecewa, bukan disetting siapapun,"katanya.
Publik, katanya, sudah tidak sabar adanya perubahan di PSSI. "Itu akumulasi kekecewaan masyarakat yang sudah lama tertahan, akhirnya sekarang meledak. Kalau saya ngapain berbuat seperti yang dituduhkan itu," kata pria yang lahir dan besar di Makassar ini. Toisutta digadang-gadang oleh para penentang Nurdin akan menduduki Ketua Umum PSSI mendatang. Toisutta sebenarnya mendaftar untuk ikut bersaing dengan Nurdin di kongres mendatang. Namun, tim verifikasi menggugurkannya bersama Arifin Panigoro. Toisutta akhirnya mengajukan banding ke komite banding PSSI namun ditolak. Komite banding malah memutuskan semua hasil verifikasi dibatalkan termasuk Nurdin dan Nirwan D Bakrie. Komite banding yang diketuai oleh Tjipta Lesmana mengembalikan semua proses kongres ke PSSI.
Belakangan, sebanyak 84 dari 100 pemilik suara di kongres PSSI mengajukan mosi tak percaya dan menolak Nurdin untuk mencalonkan diri kembali untuk periode ketiga.
Tim kuasa hukum Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menuding militer turut campur dalam kisruh tersebut. "Mosi tak percaya yang dilakukan komite (Komite Penyelamatan Sepak Bola Nasional) itu digalang oleh mereka dengan ancaman. Itu dilakukan pihak militer kepada ketua dan sekretaris pengurus PSSI provinsi. Apa yang dilakukan tentara itu sudah sangat keterlaluan dan mengkhawatirkan," kata salah satu kuasa hukum Nurdin, Indra Sahnun Lubis, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/3).
Indra menuturkan, untuk membuat mosi tak percaya itu harus ada rapat pleno antara pengurus PSSI dan ketua pengurus PSSI provinsi. "Paling tidak waktunya tiga hari. Ini dalam waktu dua  hari sudah mendeklarasikan mosi tak percaya," tutur Indra.
Indra menuding, Arifin Panigoro dan George Toisutta yang tak lolos menjadi calon Ketua Umum PSSI adalah dalang unjuk rasa menentang Nurdin. "Kan hal yang biasa kalau Nurdin mencalonkan diri, tapi kenapa ricuh? Seharusnya tahu diri yang tidak masuk jadi calon kenapa harus membuat demonstrasi?" kanta Indra mengarahkan tuduhannya ke Toisutta.
Halusinasi
Toisuta pun bereaksi. "Ancaman itu halusinasi. Orang yang berhalusinasi adalah yang secara mental dan kejiwaan mereka ada yang salah. Jadi, jangan salahkan saya," ucapnya.
Dia membantah adanya dukungan 84 pemilik suara sah PSSI terhadapnya sebagai calon ketua umum karena tekanan dari tentara. Sebagai seorang KSAD, Toisuta menegaskan pantang baginya berbuat sesuatu yang tidak fair dan menyalahi aturan. Dia pun menganggap apa yang dilakukan kubu Nurdin tak lebih dari ketakutan yang tidak beralasan.
"Tekanan itu dari suporter, bukan saya yang menekan. Jangan berbicara sesuatu yang tidak punya dasar. Jika mereka ngomong begitu, ini menunjukan ketidakcerdasan, ketidakmampuan mengendalikan emosi, sehingga mereka marah lepas kendali," tandasnya.
Tak Berkualitas    
Ketidakpuasan kubu Nurdin Halid tidak hanya pada George Toisuta. Mereka juga mengkritisi Menpora Andi Alifian Mallarangeng yang dinilai tidak bersikap netral dalam melihat kasus PSSI.
Indra mengatakan, sikap Alifian yang cenderung mendikte dan mengintervensi PSSI merupakan langkah yang tidak bisa dibenarkan. Andi dinilai sosok menteri pemuda dan olahraga yang tidak berkualitas.
"Menpora boleh lah ikut prihatin dengan kondisi PSSI. Kami sayangkan, Menpora kok memihak, membenarkan keadaan yang tidak benar. Saya kira menpora sekarang bukanlah menteri yang berkualitas," tandasnya.
Dia meminta pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan mengurusi menpora langsung. "Kami minta presiden dengan hati dingin, supaya ada arahannya yang benar. Agar Kongres PSSI berjalan dengan benar. Kami minta menpora, dan KSAD jangan ikut campur lah," pungkasnya.
Statuta PSSI
KOMITE Eksekutif FIFA "mengharamkam" Statuta PSSI yang selama ini dijadikan alat bagi Nurdin cs melanggengkan kekuasaan. Secara tegas, organisasi sepakbola dunia itu meminta PSSI tidak lagi mencampuradukan Statuta FIFA dengan unsur peraturan lainnya.
Komite Eksekutif FIFA dalam keputusannya, Kamis (3/3) waktu Zurich, Swiss atau Jumat (4/3) WIB, meminta PSSI menggunakan Electoral Code berdasar Standar Electoral Code FIFA. Dalam keputusan itu, tidak dijelaskan PSSI diberi kewenangan menggunakan dasar-dasar peraturan Statuta PSSI ataupun peraturan lain yang dibuat PSSI.
Dalam proses pencalonan ketua umum PSSI dan Komite Eksekutif kemarin, PSSI terang-terangan menggunakan beberapa landasan sebagai dasar hukum penyelenggaraan. Tidak hanya Statuta FIFA, Komite menggunakan standar Statuta PSSI yang ternyata kontroversial. PSSI juga menggunakan peraturan PSSI yang terkesan dibuat dadakan.
"PSSI harus menggelar sidang umum pada 26 Maret 2011 untuk memilih Komite Pemilihan dan mengadopsi Electoral Code berdasar Standar Electoral Code FIFA," tulis FIFA dalam laman resminya, Kamis (3/3).
FIFA tidak menghendaki persoalan PSSI berlarut-larut. Hasil sidang Komite Eksekutif FIFA memutuskan, PSSI harus segera menggelar kongres paling lambat sebelum 30 April 2011. Juga meminta PSSI segera membentuk kembali Komite Pemilihan sebelum 26 Maret 2011
Yang menarik, dalam keputusan FIFA itu sama sekali tidak disinggung ataupun dibahas mengenai persoalan intervensi pemerintah, yang gencar disuarakan kubu Nurdin Halid.(tribunnews.com/ali)
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved