PSSI
Pengusung Mosi Tak Percaya Bertambah
Jumlah suara yang melayangkan mosi tidak percaya kepada PSSI bertambah. Sekarang jumlahnya menjadi 86 dari semula 83
Mosi tidak percaya dilayangkan oleh 83 dari 100 pemilik suara di PSSI, yang sedianya memberikan suara pada kongres untuk pemilihan ketua umum PSSI.
Pemegang suara ini selanjutnya membentuk Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) dan akan menggelar kongres tersendiri.
Bertambahnya jumlah pemilik suara yang bergabung dengan mosi tidak percaya itu dikatakan oleh Ketua KPPN, Syachrial Domopolii.
"Saat ini pemilik suara yang bergabung menjadi 86. Kemarin yang masuk dari Pengprov Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pengprov Gorontalo," ujar Syachrial saat dihubungi detiksport, Kamis (3/3) siang.
KPPN diberi mandat oleh mereka yang mengusung mosi tidak percaya, salah satunya untuk melaksanakan tugas kongres paling lambat 60 hari ke depan.
Mereka juga berkeinginan mengembalikan statuta PSSI dengan mengacu secara lebih benar pada statuta FIFA.
Sebelumnya, Sekretaris KPPN Tuty Dau menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat mengenai mosi tidak percaya kepada Menpora, KONI, Komisi X DPR, dan juga FIFA.
Hingga saat ini KPPN masih menunggu respon dari surat yang mereka kirimkan.
Solo
Sementara itu, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dipastikan menjadi lokasi untuk Kongres Luar Biasa PSSI.
Namun untuk soal waktu, masih belum bisa ditentukan, karena masih menungu respon dari pemerintah dan FIFA.
"Tempatnya sudah pasti di Solo. Untuk tanggalnya menyesuaikan, menunggu perkembangan terakhir dari FIFA. Surat kami kepada pemerintah dan FIFA masih belum ada jawaban," ujar Syachrial.
Sedangkan untuk kongres yang akan dilaksanakan pengurus PSSI, dijadwalkan paling lambat Juli 2011 sesuai petunjuk dari FIFA.
PSSI mestinya menggelar kongres di Bali, Maret ini. Namun ditunda setelah terjadi kisruh pencalonan ketua umum. (mam)
Nurdin: Kabar Itu Tidak Benar
SEMENTARA itu, Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menilai kabar yang menyebutkan FIFA akan memintanya mundur dari pencalonan pengurus baru PSSI tidak benar. Langkah tersebut tidak lazim dilakukan FIFA.
"Berita itu tidak benar karena hari ini (kemarin) baru rapat FIFA," kata Nurdin lewat pesan singkatnya kepada VIVAnews, Kamis (3/3).
"Dan tidak biasa FIFA memutuskan sesuatu yang bersifat teknis tanpa menanyakannya kepada federasi," lanjutnya.
Sebelumnya, World Football Insider (WFI) dalam situsnya menyatakan telah mendapat informasi dari sumbernya di FIFA terkait hasil sidang Komite Asosiasi yang digelar di Zurich, Swiss, Rabu (2/3).
Salah satu hasil rapat itu adalah meminta Nurdin tidak mencalonkan diri lagi pada kepengurusan PSSI periode 2011-2015. Selanjutnya PSSI juga diminta segera menggelar Kongres Luar Biasa dengan dua tahap.
Tahap pertama, memilih komite pemilihan yang independen, yang bekerja berlandaskan statuta FIFA.
Tahap kedua, di bulan berikutnya, barulah menggelar pemilihan ketua umum dan anggota exco lainnya.
Juru Bicara FIFA yang dihubungi WFI menolak berkomentar mengenai isi rapat itu. Ia hanya menyatakan, rekomendasi itu harus disahkan terlebih dahulu oleh Komite Eksekutif FIFA.
PSSI telah menunda Kongres PSSI yang sejatinya digelar di Bali, akhir Maret nanti. Keputusan ini diambil setelah Komite Banding menganulir seluruh calon yang dianggap lolos verifikasi oleh Komite Pemilihan. (mam)