Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSSI

FIFA Akan Bahas Khusus Polemik PSSI

Kisruh di tubuh PSSI sudah sampai ke telinga para petinggi di Federasi Sepakbola Dunia

Jakarta, Tribun -Kisruh di tubuh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah sampai ke telinga para petinggi di Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Kabarnya, para petinggi FIFA akan membahas khusus polemik yang terjadi di tubuh induk sepakbol di tanah itu tersebut.
Organisasi sepakbola dunia itu, Selasa (1/3) besok menggelar rapat untuk menentukan nasib PSSI. Rapat Komite Nasional Asosiasi FIFA yang digelar di Zurich, Swiss, itu membahas campur tangan Menpora Andi Malarangeng terhadap PSSI.
"Campur tangan pemerintah jelas sekali pada 25 poin pernyataan Menpora terkait polemik yang terjadi di PSSI itu," kata Suryadharma Dali Tahir, mengutip Tempo, Minggu (27/2).
Terkait campur tangan pemerintah Indonesia itu, diduga FIFA akan menjatuhkan
sanksi terhadap PSSI. Namun, Dali yang juga anggota Komite Etik FIFA mengaku sanksi apa bakal dijatuhkan kepada PSSI. Disebutkan Dali, sanksi FIFA berlapis-lapis, "Tapi, saya tidak tahu sanksi dari FIFA apa terhadap Indonesia."
FIFA merespon dengan cepat apa yang terjadi di PSSI beberapa waktu belakangan ini. Organisasi sepakbola pimpinan Sepp Blatter itu telah melayangkan surat peringatan menyusul Komisi Banding Pemilihan PSSI mengumumkan keputusannya menganulir semua calon ketua umum PSSI.
Menurut Dali, surat FIFA itu jelas sebagai bentuk penolakan atas adanya intervensi pemerintah. Dia mengaku khawatir jika akhirnya kisruh di tubuh PSSI menyebabkan FIFA mengambil keputusan membekukan organisasi induk sepakbola di Tanah Air itu.
"Jika itu terjadi, Indonesia tidak bisa berlaga di pertandingan leg kedua Pra-Olimpiade di Turkmenistan pada 9 Maret mendatang. Indonesia juga dilarang mengikuti Kualifikasi Piala Dunia, dan SEA Games 2011," ujar Dali.
Tidak demikian bagi kalangan penentang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Mereka tak peduli apa pun keputusan FIFA. Mereka justru mendesak pemerintah membentuk tim seleksi independen dalam pemilihan ketua umum PSSI.
"Kami mendesak pemerintah (Kemenpora) mengambil alih PSSI dari tangan-tangan yang menginginkan status quo, yaitu Nurdin Halid cs," kata peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Apung Widadi kepad Tribunnews, Minggu (27/2).
Apung juga koordinaditor "Save Our Soccer" mendesak pemerintah membekukan PSSI hingga kepengurusan PSSI pada periode ini berakhir April 2011 nanti. "Termasuk tidak memberikan izin pertandingan yang diselenggarakan PSSI dibawah Nurdin Halid dan Kongres PSSI yang direkayasa hanya untuk melanggengkan status quo," kata Apung.
Pemerintah jangan takut terhadap ancaman sanksi FIFA, dalam rangka upaya penyelamatan terhadap sepak bola Indonesia dan PSSI. "Sanksi dari FIFA justru menjadi fase untuk memperbaiki kepengurusan PSSI, pembinaan usia muda dan kompetisi ditingkat nasional. Mundur selangkah untuk Maju seribu langkah," tandas Apung.
Menurut dia, pemerintah sudah memiliki cukup alasan mengambil alih PSSI dari tangan Nurdin cs. Salah satu alasannya karena PSSI dibiayai oleh APBN, yang tidak lain adalah uang rakyat. PSSI juga dinilai telah gagal dalam membangun sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Dalam tujuh tahun kepemimpinan Nurdin Halid, sepakbola Indonesia belum pernah juara dalam level regional maupun internasional. Liga sepakbola Indonesia tidak lepas dari praktek suap dan persaingan beberapa kelompok kepentingan, bukan murni untuk sepakbola yang fair play," pungkasnya. (Tribunnews/roy/tnr)
Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved