Izin Pengelolaan Hutan Basah Sulbar Hanya 12 Ribu Hektar
Rabu, 22 Februari 2012 15:36 WITA
MAMUJU, TRIBUN-TIMUR.COM - Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menetapkan hutan basah di Provinsi Sulawesi Barat yang bisa dikelola dan diproduksi untuk pengembangan komoditi rotan sekitar 12 ribu hektare.
"Tahun ini pemerintah pusat hanya akan bisa memberikan izin pengelolaan hutan basah di Sulbar untuk pengembangan industri rotan mencapai 12.000 hektare," kata Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Mamuju, Selasa.
Menhut didampingi Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan dan Menteri Perindustrian Mohamad S Hidayat ke Mamuju dalam rangka mengembangkan industri rotan di Mamuju. Para menteri itu juga diterima Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh.
Menhut mengatakan, hutan di Sulbar masih terdapat sekitar 40 persen yang merupakan hutan lindung yang harus dilestarikan dan tidak perlu dikelola tetapi dilindungi sehingga hanya sekitar 12 ribu hektare saja yang bisa dikelola dan diproduksi untuk pengembangan rotan.
Ia mengatakan, di Indonesia hutan basah yang bisa produksi juga dibatasi bahkan jumlahnya diturunkan dibandingkan tahun lalu, dari sekitar 200 ribu hektare di tahun 2011 menjadi 143 ribu hektare di tahun 2012.
"Dari 143 ribu hektare hutan basah yang bisa di produksi di Indonesia sekitar 12 ribu hekatare di antaranya akan izinkan diproduksi di Sulbar," katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat sangat mendukung Sulbar menjadi daerah industri rotan karena potensi bahan baku rotan cukup menjanjikan di Sulbar. Kalau dikelola menjadi industri akan dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa.(*/tribun-timur.com)
Editor : muhammadirham
Source : Antara
Share on Facebook